BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (24/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Langgeng dalam rangka memperkuat sinergi serta menyamakan persepsi terkait mekanisme kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan di Kantor KPH Banyuwangi Selatan, Jumat (22/05),
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, melalui Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (KSS HKA dan Komper), Didik Nurcahyo, menyampaikan bahwa Perhutani terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LMDH, pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha milik desa (BUMDes), investor, maupun pihak swasta dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan melalui mekanisme kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku guna mengoptimalkan fungsi kawasan hutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kondusivitas wilayah sekitar hutan. Pengelolaan kehutanan harus mampu berjalan seimbang dari aspek ekologi, sosial, dan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perhutani mendukung pengembangan tanaman kehutanan cepat tumbuh (Fast Growing Species/FGS) seperti balsa dan sengon, tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat, petai, dan mangga, serta pola tumpangsari di bawah tegakan hutan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan.
“Kami berharap pemanfaatan kawasan hutan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan, investor, maupun Perhutani, dengan tetap mengedepankan kelestarian hutan dan kondusivitas di lapangan,” tambah Didik.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga menjelaskan mekanisme pengajuan kerja sama, mulai dari penyampaian proposal dan dokumen pendukung, peninjauan lapangan, hingga proses pengusulan ke Divisi Regional Jawa Timur dan Kantor Pusat Perhutani untuk mendapatkan persetujuan kerja sama.
Sementara itu, Ketua LMDH Wono Langgeng Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Markuat, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan Perhutani dalam membangun kerja sama pemanfaatan kawasan hutan bersama masyarakat sekitar hutan dan investor.
“Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitasi dan komunikasi yang baik dari Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya siap mematuhi seluruh mekanisme dan ketentuan kerja sama yang berlaku serta menjaga kondusivitas masyarakat sekitar hutan selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetap menjaga kelestarian hutan, serta memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dan Perhutani,” pungkasnya.
(Kom-PHT/Bws/Dik)