GUNDIH , PERHUTANI (25/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih memperketat pengamanan kawasan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Madoh, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan intensitas patroli gabungan serta koordinasi berkala bersama Kepolisian Sektor Geyer untuk menekan gangguan keamanan hutan.
Administratur KPH Gundih melalui Kepala BKPH Madoh, Jumali, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa kerawanan seperti pembalakan liar (illegal logging), perambahan lahan, hingga aktivitas ilegal lainnya tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja.
“Keamanan hutan tidak bisa kami kawal sendiri, perlu dukungan dan sinergi dengan aparat penegak hukum. Melalui koordinasi ini, kami berharap komunikasi di lapangan berjalan lebih cepat dan tepat dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan,” ujar Jumali usai pertemuan dengan jajaran Polsek Geyer, Senin (25/05).
Jumali menambahkan bahwa selain patroli preventif, Perhutani berkomitmen menjaga keseimbangan fungsi ekologis dan ekonomis hutan guna mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.
Merespons hal tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Geyer, Ajun Komisaris Polisi Daryanto, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat pengamanan di titik-titik rawan. Polsek Geyer juga akan mengoptimalkan pertukaran informasi intelijen terkait jaringan pembalakan liar di wilayah hukumnya.
“Kami siap mendukung penuh, mulai dari patroli bersama secara berkala hingga penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu jika ditemukan pelanggaran yang merugikan negara dan merusak lingkungan,” kata Daryanto, didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Inspektur Satu Teguh Supriyanto.
Menurut Daryanto, kelestarian hutan di wilayah Geyer sangat krusial karena berfungsi menjaga keseimbangan hidrologis serta mencegah bencana alam seperti tanah longsor dan banjir di Kabupaten Grobogan.
Upaya pengawasan dan pencegahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Heriyanto, salah satu warga yang bermukim di sekitar hutan BKPH Madoh, mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran petugas gabungan di lapangan. Ia menyebut masyarakat selama ini juga dilibatkan dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).
“Kami sebagai warga merasa lebih aman dengan adanya kerja sama yang erat antara Perhutani dan Polsek. Harapannya, hutan di desa kami tetap lestari, dan kami siap terus dilibatkan untuk menjaga lingkungan ini dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” tutur Heriyanto.
Melalui penguatan pengamanan ini, KPH Gundih menargetkan penurunan signifikan kasus pembalakan liar sekaligus memperkuat perlindungan ekosistem hutan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di KPH Gundih. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)
Editor: Tri
Copyright © 2026