RANDUBLATUNG, PERHUTANI (29/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Beran melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Pilang dalam rangka meningkatkan keamanan kawasan hutan serta mendukung keberhasilan tanaman kehutanan pada Kamis (30/05).
Pertemuan berlangsung di rumah Kepala Desa Pilang dan dihadiri Kepala BKPH Beran Muslim, Kepala Desa Pilang Suyatno, serta tokoh masyarakat Desa Pilang Marno.
Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro melalui Kepala BKPH Beran Muslim menyampaikan kepada para tokoh masyarakat dan penggarap lahan atau pesanggem agar turut serta merawat, menjaga, dan memelihara tanaman kehutanan, termasuk menjaga keamanan kawasan hutan di sekitar lokasi tanaman.
Muslim menjelaskan bahwa Perhutani telah memberikan ruang garapan yang cukup bagi masyarakat dengan penerapan jarak tanam 8 x 3 meter sehingga masyarakat tetap dapat memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian tanpa mengganggu tanaman pokok kehutanan.
“Perhutani sudah memberikan ruang garapan yang cukup melalui pengaturan jarak tanam yang lebih lebar. Hal ini bertujuan agar para pesanggem tetap memiliki ruang untuk menggarap tanaman pertanian sekaligus ikut menjaga keberhasilan tanaman kehutanan,” ujar Muslim.
Ia juga mengajak para penggarap lahan agar saling mengingatkan sesama pesanggem untuk ikut merawat dan menjaga tanaman kehutanan di lokasi garapan.
“Keberhasilan tanaman tidak akan tercapai tanpa adanya kerja sama yang baik antara petugas Perhutani dan para penggarap lahan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pilang Suyatno menyampaikan apresiasi kepada Perhutani yang telah memberikan ruang garapan bagi masyarakat Desa Pilang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, khususnya Kepala BKPH Beran, yang telah memberikan ruang garapan bagi warga Desa Pilang. Kami menyadari masyarakat hidup di tengah kawasan hutan dan memiliki ketergantungan terhadap lahan garapan atau mbaon,” ungkap Suyatno.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan peduli terhadap fungsi hutan bagi kehidupan masyarakat.
“Mari bersama-sama saling mengingatkan kepada masyarakat agar peduli terhadap keberadaan hutan dan fungsinya,” ajaknya.
Suyatno berharap apabila terjadi permasalahan di lapangan, masyarakat dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun Perhutani agar dapat dicari solusi terbaik secara bersama-sama.
“Setiap permasalahan di lapangan hendaknya dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik agar dapat segera ditemukan solusi terbaik. Semua pihak harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian hutan di lingkungan kita,” katanya.
Tokoh masyarakat Desa Pilang, Marno, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Perhutani karena masyarakat masih diberikan kesempatan menggarap lahan di kawasan hutan wilayah Sinderan Beran.
“Kami mengucapkan terima kasih karena masih diberikan kesempatan menggarap lahan di kawasan hutan Perhutani. Hasil pertanian dari lahan mbaon ini sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga kami. Kami juga berharap terus mendapatkan arahan dan bimbingan agar dalam menggarap lahan tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun pihak lain,” ungkap Marno.
Di akhir pertemuan, Kepala BKPH Beran Muslim kembali mengingatkan agar seluruh penggarap atau pesanggem ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan dan keberhasilan tanaman pokok kehutanan di lokasi garapan serta bersama-sama menjaga kelestarian hutan demi keberlangsungan kehidupan di masa mendatang. (Kom-PHT/Rdb/Jun)
Editor: Tri
Copyright © 2026