SURAKARTA, PERHUTANI (31/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan melaksanakan kegiatan pembinaan penyadap getah pinus di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Watukempul pada Senin (25/05). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perhutani dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyadap sekaligus menjaga produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang menjadi salah satu andalan perusahaan.

Selain memberikan arahan teknis terkait metode penyadapan yang baik dan benar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi lapangan serta forum komunikasi antara Perhutani dan para penyadap yang sehari-hari beraktivitas di kawasan hutan.

Administratur KPH Surakarta melalui Wakil Administratur, Pirmansyah, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi getah pinus sangat ditentukan oleh keterampilan dan kedisiplinan para penyadap dalam menerapkan teknik penyadapan sesuai standar.

“Penyadap merupakan mitra penting Perhutani dalam menjaga kesinambungan produksi getah pinus. Melalui pembinaan ini, kami mengingatkan pentingnya menjaga kualitas sadapan, keselamatan kerja, serta kesehatan tegakan pinus agar produktivitas dapat terus meningkat tanpa mengurangi kelestarian hutan. Kami juga ingin memastikan bahwa para penyadap memahami peran strategis mereka dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan penyadap dari Desa Sendang, Kecamatan Slogohimo, Sulih, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara rutin sangat membantu para penyadap dalam meningkatkan keterampilan sekaligus memahami perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan penyadapan.

“Kami merasa terbantu karena mendapatkan arahan langsung dari Perhutani. Selain menambah pengetahuan tentang teknik penyadapan yang lebih baik, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai kondisi dan kendala yang kami hadapi di lapangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani berharap produktivitas dan kualitas getah pinus di wilayah BKPH Lawu Selatan dapat terus meningkat seiring dengan semakin baiknya kompetensi para penyadap. Ke depan, sinergi antara Perhutani dan masyarakat penyadap diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengelolaan HHBK yang berkelanjutan, menjaga kelestarian tegakan pinus, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri

Copyright © 2026