SURAKARTA, PERHUTANI (31/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta terus berupaya menjaga produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK) melalui kegiatan pembinaan kepada para penyadap getah pinus di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Plumbon, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Baturetno. Wilayah BKPH Baturetno selama ini menjadi sentra produksi getah pinus terbesar di KPH Surakarta dengan kontribusi produksi yang signifikan setiap tahunnya.

Pembinaan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas teknik penyadapan, menjaga kesehatan tegakan pinus, serta memperkuat kemitraan antara Perhutani dan masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya dari kegiatan penyadapan getah pinus.

Administratur KPH Surakarta melalui Kepala Seksi Madya Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH), John Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak hanya ditentukan oleh potensi tegakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“BKPH Baturetno merupakan salah satu tulang punggung produksi getah pinus di KPH Surakarta. Oleh karena itu, pembinaan kepada para penyadap terus kami lakukan agar teknik penyadapan sesuai standar, produktivitas meningkat, dan kesehatan pohon tetap terjaga. Kami ingin hasil yang diperoleh tidak hanya optimal bagi perusahaan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para penyadap,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan penyadap, Sumadi, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani kepada para penyadap di lapangan. Menurutnya, kegiatan pembinaan secara rutin memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan keterampilan kerja dan pemahaman mengenai teknik penyadapan yang lebih efektif.

“Kami merasa terbantu karena mendapatkan arahan langsung dari petugas Perhutani. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kami berharap hasil sadapan semakin meningkat dan kualitas getah yang dihasilkan juga semakin baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani berharap BKPH Baturetno dapat terus mempertahankan posisinya sebagai sentra produksi getah pinus terbesar di KPH Surakarta. Ke depan, sinergi antara Perhutani dan para penyadap diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengelolaan HHBK yang berkelanjutan, menjaga kelestarian tegakan pinus, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan secara berkesinambungan. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri

Copyright © 2026