CEPU, PERHUTANI (08/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu menggelar patroli gabungan yang dipimpin langsung oleh Administratur KPH Cepu, Yeni Ernaningsih, bersama Polisi Hutan (Polhut), personel Sub-Detasemen Corps Polisi Militer (CPM) IV/3-1 Blora, serta jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogadung dalam rangka mengantisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pada Minggu (07/06).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya antisipasi Gukamhut dan pencegahan karhutla tersebut meliputi apel pagi dan briefing kesiapsiagaan personel, koordinasi dengan pemangku kawasan dan para pemangku kepentingan, serta komunikasi dengan pimpinan wilayah setempat. Selain itu, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar senantiasa menjaga kondusivitas lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan, serta turut memantau kondisi vegetasi, tanah, sumber air, titik panas (hotspot), dan unsur cuaca harian yang berpotensi memicu terjadinya karhutla.

Administratur KPH Cepu, Yeni Ernaningsih, mengatakan bahwa hutan di Pulau Jawa memegang peranan penting sebagai penyeimbang ekosistem. Meskipun luas kawasan hutan terus berkurang, hutan di Pulau Jawa tetap memiliki fungsi hidrologis yang sangat vital dalam mencegah bencana serta menjaga ketersediaan sumber daya air.

“Luas kawasan hutan di Pulau Jawa terus mengalami penyusutan. Saat ini luasnya sekitar 24 persen dari total luas Pulau Jawa yang mencapai 129.600,71 kilometer persegi berdasarkan data Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IX Jawa-Madura. Berkurangnya luas kawasan hutan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain alih fungsi lahan untuk pertanian, permukiman, industri, infrastruktur, dan kawasan komersial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yeni Ernaningsih menjelaskan bahwa hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi habitat bagi jutaan jenis flora dan fauna serta menopang kehidupan manusia. Menurutnya, hutan tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan pepohonan, tetapi juga berperan sebagai paru-paru dunia, penjaga siklus air, serta sumber penghidupan bagi berbagai makhluk hidup.

“Mari bersama-sama menjaga hutan untuk kehidupan saat ini dan masa depan,” ajaknya.

Sementara itu, personel Sub-Detasemen Corps Polisi Militer (CPM) IV/3-1 Blora, Peltu Sutahan, menyampaikan bahwa keberadaan hutan sangat penting untuk mencegah terjadinya berbagai bencana ekologis, seperti perubahan iklim, erosi, dan kepunahan keanekaragaman hayati.

“Menjaga kelestarian hutan sama dengan menjamin keberlangsungan hidup generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” katanya.

Melalui patroli gabungan ini, Perhutani berharap sinergi antara petugas kehutanan, aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah KPH Cepu. (Kom-PHT/Cpu/Pai).

Editor: Tri

Copyright © 2026