PEMALANG, PERHUTANI (05/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang menyelenggarakan kegiatan Job Training Penjarangan Tanaman Hutan Tahun 2026 tingkat Divisi Regional Jawa Tengah. Kegiatan yang bersifat edukatif dan aplikatif ini dilaksanakan di wilayah kerja KPH Pemalang, tepatnya di BKPH Slarang, RPH Paduraksa, Petak 45E, pada Senin (08/06).

Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk memastikan seluruh jajaran lapangan memiliki kompetensi yang seragam dalam melaksanakan pemeliharaan hutan melalui teknik penjarangan yang tepat dan sesuai kaidah teknis.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direksi Perum Perhutani, Sugi Purwanto dan Mursid; perwakilan Perhutani Forestry Institute (PeFI), Chorirotun Nur Ulifah; Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, A. Fajar Agung Susetyo; para Administratur/KPH dan KPHW se-Divisi Regional Jawa Tengah; serta Asper/KBKPH dan Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan.

Plt. Administratur KPH Pemalang, Angkat Wijanto, menyampaikan bahwa pihaknya merasa terhormat mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“KPH Pemalang, khususnya wilayah BKPH Slarang, siap mendukung penuh pelaksanaan Job Training ini. Dipilihnya Petak 45E RPH Paduraksa sebagai lokasi praktik menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan komitmen dalam pengelolaan tegakan secara presisi,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Perhutani Forestry Institute (PeFI) guna memastikan praktik yang dilakukan oleh jajaran lapangan sesuai dengan kaidah teknis dan hasil riset kehutanan terkini.

Fokus utama kegiatan ini adalah standarisasi operasional metode penjarangan bagi jajaran lapangan agar pelaksanaannya sesuai prosedur kerja, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian ekosistem hutan. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman teoritis sekaligus praktik langsung mengenai teknik penjarangan yang efektif untuk mendukung pertumbuhan tegakan yang optimal.

Perwakilan Direksi Perum Perhutani, Sugi Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam siklus pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Kehadiran seluruh elemen manajemen, mulai dari tingkat pusat, institusi pendidikan dan pelatihan, hingga pelaksana lapangan, menunjukkan bahwa tahap penjarangan merupakan bagian krusial dalam siklus hidup hutan. Penjarangan bukan sekadar penebangan, melainkan proses seleksi untuk mengoptimalkan pertumbuhan tegakan. Sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis dan evaluasi hasil praktik lapangan yang akan menjadi acuan pelaksanaan penjarangan di seluruh KPH wilayah Divisi Regional Jawa Tengah sepanjang tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap kualitas pengelolaan hutan semakin meningkat sehingga mampu mendukung produktivitas tegakan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Pml/Sks)

Editor: Tri

Copyright © 2026