PURWODADI, PERHUTANI (08/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten melaksanakan patroli keamanan hutan sekaligus monitoring pertumbuhan tanaman dalam upaya menjaga kelestarian hutan serta memastikan keberhasilan program rehabilitasi dan pembangunan hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (07/06).
Patroli dan monitoring dilakukan di Petak 27E Resort Pemangkuan Hutan (RPH) wilayah BKPH Penganten dengan luas areal 4,9 hektare yang ditanami jati tahun tanam 2024. Kegiatan ini bertujuan memastikan kawasan hutan tetap aman dari gangguan keamanan hutan sekaligus memantau perkembangan tanaman sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Selain melakukan pemantauan kondisi tanaman, petugas kehutanan juga melaksanakan komunikasi sosial dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga keamanan kawasan hutan, mencegah pencurian kayu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai gangguan lain yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman muda.
Monitoring yang dilakukan meliputi pemeriksaan tingkat pertumbuhan tanaman, kondisi kesehatan tanaman, keberhasilan pemeliharaan, serta identifikasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi perkembangan tanaman jati. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan Perhutani untuk menjaga keberhasilan tanaman hingga mencapai daur produksi.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, Arie Gunawan, menyampaikan bahwa patroli keamanan dan monitoring tanaman merupakan kegiatan rutin yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan.
“Keamanan kawasan hutan dan keberhasilan pertumbuhan tanaman merupakan dua hal yang saling berkaitan. Oleh karena itu, patroli keamanan kami padukan dengan monitoring tanaman agar kondisi lapangan dapat terpantau secara menyeluruh. Selain itu, melalui sosialisasi kepada masyarakat, kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset negara yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ungkap Arie.
Ia menambahkan bahwa tanaman jati tahun tanam 2024 di Petak 27E menunjukkan perkembangan yang cukup baik berkat dukungan petugas lapangan dan partisipasi masyarakat sekitar yang turut menjaga kawasan hutan.
Sementara itu, warga Desa Penganten, Parjiyem, mengapresiasi upaya yang dilakukan Perhutani dalam menjaga dan mengawasi kawasan hutan di wilayah desanya.
“Kami mendukung kegiatan patroli dan pembinaan yang dilakukan Perhutani. Dengan adanya petugas yang rutin turun ke lapangan dan memberikan sosialisasi, masyarakat menjadi semakin memahami pentingnya menjaga hutan. Kami berharap hutan tetap lestari karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar,” tutur Parjiyem.
Melalui kegiatan patroli keamanan hutan yang disertai monitoring pertumbuhan tanaman dan sosialisasi kepada masyarakat, Perhutani KPH Purwodadi terus berkomitmen menjaga kelestarian hutan serta memastikan keberhasilan pembangunan hutan yang berkelanjutan guna mendukung fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kawasan hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026