PURWODADI, PERHUTANI (05/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan pembinaan kepada petani penggarap atau pesanggem di wilayah hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan serta memperkuat kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan, Kamis (04/06).
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti para pesanggem yang melaksanakan kegiatan tumpangsari di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggil-Anggil. Para peserta merupakan warga Dusun Dempel, Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, yang selama ini bermitra dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani memberikan pemahaman mengenai tata cara pengelolaan lahan tumpangsari yang baik, hak dan kewajiban pesanggem dalam kemitraan kehutanan, pentingnya menjaga kelestarian hutan, serta upaya pencegahan gangguan keamanan hutan, seperti pencurian kayu, perambahan kawasan, dan kebakaran hutan dan lahan.
Selain sebagai sarana penyampaian informasi, kegiatan pembinaan juga dimanfaatkan sebagai forum komunikasi untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan tumpangsari di lapangan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sekitar hutan sebagai mitra strategis Perhutani.
Sudaryono mengatakan, “Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam mengelola lahan tumpangsari secara tertib dan berkelanjutan. Kami berharap para pesanggem tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan tumpangsari, tetapi juga ikut berperan menjaga kelestarian hutan sebagai aset bersama yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.”
Ia menambahkan bahwa sinergi yang baik antara Perhutani dan masyarakat akan menciptakan kondisi hutan yang aman, produktif, dan lestari, sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Sementara itu, salah seorang pesanggem dari Dusun Dempel, Sudarmi, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh Perhutani.
Sudarmi mengungkapkan, “Kami merasa senang dan terbantu dengan adanya pembinaan ini. Selain mendapatkan pengetahuan tentang tata cara pengelolaan lahan yang benar, kami juga semakin memahami pentingnya menjaga hutan. Kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.”
Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat desa hutan semakin kuat sehingga dapat mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang produktif, aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2026