KENDAL, PERHUTANI (08/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal menggelar kegiatan Ngopi Bareng bersama Kepala Divisi Industri Hasil Hutan Kantor Pusat Jakarta, jajaran manajemen, serta Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di wilayah KPH Kendal pada Senin (08/06).
Kunjungan Kepala Divisi Industri Hasil Hutan Kantor Pusat Jakarta tersebut bertujuan untuk mendorong para petugas lapangan agar melaksanakan kegiatan eksploitasi kayu pada tebangan A2 secara optimal sehingga pendapatan perusahaan dari hasil produksi kayu dapat terealisasi sesuai target. Kegiatan dikemas secara santai melalui konsep Ngopi Bareng Kadiv yang dilaksanakan di gazebo Kantor Perhutani KPH Kendal.
Suasana yang santai dan penuh keakraban membuat kegiatan diskusi berlangsung lebih efektif. Para peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi di lapangan terkait pelaksanaan kegiatan eksploitasi kayu pada tebangan A2 di wilayah KPH Kendal.
Administratur KPH Kendal, Muhadi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat mempermudah petugas lapangan dalam memahami materi yang disampaikan karena suasana diskusi berlangsung lebih santai dan tidak terlalu formal.
“Melalui kegiatan seperti ini, penyampaian materi menjadi lebih mudah dipahami oleh petugas di lapangan. Para Kepala BKPH dapat menyampaikan berbagai permasalahan secara lebih leluasa sehingga suasananya terasa seperti ramah tamah,” kata Muhadi.
Menurutnya, suasana santai yang didukung dengan sajian kopi dan makanan ringan membuat peserta lebih nyaman dalam menyampaikan berbagai kendala maupun masukan terkait pelaksanaan kegiatan produksi.
“Kondisi yang santai membuat para Kepala BKPH tidak terlihat tegang sehingga lebih lancar dalam menyampaikan berbagai kendala. Bahkan, saran-saran yang disampaikan menjadi lebih konstruktif dan efisien untuk diterapkan dalam kegiatan eksploitasi kayu,” ujarnya.
Muhadi juga mengajak seluruh jajarannya, khususnya bidang produksi, untuk menjadikan kunjungan Kepala Divisi Industri Hasil Hutan sebagai motivasi dalam melaksanakan kegiatan produksi agar target yang telah ditetapkan dalam Norma Produksi Standar (NPS) dapat tercapai.
“Kedatangan Kepala Divisi Industri Hasil Hutan dari Kantor Pusat Jakarta harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja produksi. Momentum ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan berbagai permasalahan di lapangan karena setiap wilayah kerja tentu memiliki tantangan yang berbeda-beda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Industri Hasil Hutan Kantor Pusat Jakarta, Rukman Supriatna, memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran produksi KPH Kendal yang telah bekerja keras untuk mencapai target pendapatan perusahaan meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran produksi KPH Kendal, mulai dari Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), Kepala BKPH, hingga Kepala Seksi Produksi yang telah bekerja keras demi mencapai target pendapatan perusahaan. Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan, kegiatan tebangan tetap dapat berjalan dengan baik,” ujar Rukman.
Menurutnya, konsep Ngopi Bareng mampu menciptakan suasana diskusi yang lebih hidup, terbuka, dan komunikatif sehingga setiap peserta dapat menyampaikan pendapat tanpa merasa dibatasi oleh jabatan atau struktur organisasi.
“Konsep Ngopi Bareng ini memberikan suasana yang lebih akrab dan rileks dalam membahas berbagai persoalan pekerjaan. Semua peserta dapat menyampaikan pendapat, ide, maupun solusi tanpa keraguan sehingga diskusi menjadi lebih produktif,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari BKPH Subah, Sutrisno, menyampaikan apresiasinya atas upaya Perhutani dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka melalui kegiatan Ngopi Bareng. Menurutnya, forum seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan para pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu mempererat hubungan antara Perhutani, masyarakat desa hutan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan hutan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala di lapangan dapat diselesaikan bersama sehingga target produksi dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya ditentukan oleh capaian produksi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan sebagai mitra strategis di lapangan. Oleh karena itu, LMDH siap mendukung berbagai program Perhutani yang bertujuan meningkatkan produktivitas hutan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan untuk generasi mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara manajemen dan petugas lapangan sehingga berbagai kendala dalam kegiatan produksi dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara efektif guna mendukung pencapaian target perusahaan. (Kom-PHT/Knd/Mwn)
Editor: Tri
Copyright © 2026