KEDU UTARA, PERHUTANI (09/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan koordinasi dengan pengelola Basecamp Pendakian Pakuwaja via Parikesit yang berada di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, dan secara administratif masuk wilayah Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi menjelang meningkatnya kunjungan wisatawan pada masa liburan sekolah sekaligus mengedukasi para pendaki terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau, Minggu (07/06).

Koordinasi yang berlangsung secara komunikatif dan penuh keakraban tersebut membahas berbagai langkah antisipatif guna menjaga keamanan kawasan hutan yang menjadi jalur pendakian Gunung Pakuwaja. Selain itu, Perhutani dan pengelola basecamp juga menyamakan persepsi mengenai pentingnya penyampaian edukasi kepada para pendaki agar turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas Perhutani menyampaikan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap aktivitas pendakian, khususnya terkait penggunaan api terbuka, pembuangan puntung rokok sembarangan, serta berbagai kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan saat kondisi cuaca kering pada musim kemarau.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa koordinasi dengan pengelola jalur pendakian merupakan bagian dari langkah preventif yang terus dilakukan Perhutani untuk menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mendukung aktivitas wisata alam yang aman dan nyaman.

“Menjelang liburan sekolah diperkirakan jumlah pendaki akan meningkat. Oleh karena itu, Perhutani perlu menjalin koordinasi yang baik dengan pengelola basecamp agar seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Selain itu, edukasi kepada para pendaki terkait bahaya kebakaran hutan selama musim kemarau harus terus disampaikan secara masif,” ujar Naufal.

Ia menambahkan bahwa pelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pengelola wisata, komunitas pendaki, dan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Sementara itu, perwakilan Pengelola Basecamp Parikesit, Dwi, menyambut baik kegiatan koordinasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini sangat membantu dalam menciptakan tata kelola pendakian yang tertib serta mendukung upaya perlindungan kawasan hutan.

“Kami siap mendukung langkah-langkah yang dilakukan Perhutani, terutama dalam memberikan edukasi kepada para pendaki agar mematuhi aturan selama berada di kawasan hutan. Menjelang musim liburan sekolah, kami juga akan mengingatkan para pendaki untuk tidak menyalakan api sembarangan, tidak membuang puntung rokok di jalur pendakian, serta ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani berharap hubungan kerja sama dengan pengelola Basecamp Parikesit semakin kuat sehingga upaya menjaga kelestarian kawasan hutan RPH Dieng dapat berjalan optimal. Dengan sinergi yang baik, diharapkan aktivitas wisata pendakian selama liburan sekolah dapat berlangsung aman, nyaman, serta tetap memperhatikan aspek konservasi dan perlindungan hutan dari ancaman kebakaran. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026