CEPU, PERHUTANI (10/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu bersama Tim Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) IV Rembang melaksanakan pengecekan Tanaman Lepas Kontrak (TLK) Tahun 2024 di petak 6041a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliklampok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglobo, pada Selasa (09/06).

Kegiatan pengecekan dan pengumpulan data persentase hidup, pertumbuhan diameter, serta tinggi tanaman tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglobo, Achmad Kairul Salam; Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kaliklampok, Ahmad Jasfain; Kepala Sub Seksi Perencanaan dan Administrasi Umum PHW IV Rembang, Yanwar; serta dua mandor tanam BKPH Nglobo.

Administratur KPH Cepu melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nglobo, Achmad Kairul Salam, menyampaikan bahwa pengecekan tanaman merupakan bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi terhadap tingkat keberhasilan tanaman. Menurutnya, kegiatan monitoring dilakukan melalui pengecekan langsung terhadap kondisi fisik tanaman yang meliputi tingkat pertumbuhan, kesehatan tanaman, serta kesesuaiannya dengan kondisi tapak.

“Kegiatan pengecekan tanaman merupakan salah satu bentuk pengawasan untuk mengetahui tingkat keberhasilan tanaman di lapangan. Melalui kegiatan ini, kami dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi tanaman sehingga langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan dapat segera dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad Kairul Salam menjelaskan bahwa kayu jati merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi penopang pendapatan Perhutani. Kayu jati mendominasi porsi terbesar dari total produksi kayu perusahaan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan setiap tahunnya. Oleh karena itu, pengecekan dan pengawalan tanaman perlu dilakukan secara rutin guna mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan dan perusahaan.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Perencanaan dan Administrasi Umum PHW IV Rembang, Yanwar, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan dan pengumpulan data sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan tanaman jati (Tectona grandis). Menurutnya, data yang akurat dapat membantu mengidentifikasi tingkat kesehatan pohon, mengoptimalkan riap pertumbuhan, serta memproyeksikan kualitas kayu pada saat masa panen.

“Data hasil pengecekan menjadi dasar dalam mengevaluasi keberhasilan tanaman. Dengan data yang akurat, berbagai langkah pemeliharaan dan pengelolaan dapat dilakukan secara tepat guna mendukung kualitas tegakan hingga masa panen,” jelas Yanwar.

Di tempat terpisah, pesanggem setempat, Warjito, yang turut serta dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa reboisasi lahan gundul dan pelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, hutan merupakan kebutuhan penting bagi seluruh makhluk hidup karena menyediakan sumber air, udara bersih, serta berbagai manfaat lainnya.

“Dengan terjaganya keseimbangan alam dan kelestarian hutan, kita dapat terhindar dari berbagai bencana alam,” tutup Warjito.

Melalui kegiatan pengecekan Tanaman Lepas Kontrak Tahun 2024 ini, Perhutani berharap tingkat keberhasilan tanaman dapat terus terjaga dan meningkat. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan guna mendukung fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/Cpu/Pai)

Editor: Tri

Copyright © 2026