KEDU UTARA, PERHUTANI (09/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Redi Mulyo melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dan patroli preventif di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, Selasa (09/06). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pesanggem, mengenai pentingnya menjaga keamanan hutan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani bersama pengurus LMDH melakukan pendekatan secara langsung kepada para pesanggem yang beraktivitas di kawasan hutan. Mereka memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla, larangan melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar kawasan hutan, serta pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan penyangga lingkungan.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa kegiatan komunikasi sosial merupakan langkah preventif yang efektif dalam membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap keamanan hutan.

“Melalui komunikasi yang baik dan berkelanjutan dengan masyarakat serta para pesanggem, Perhutani berharap tercipta sinergi dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai gangguan keamanan, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Andrie.

Sementara itu, Ketua LMDH Redi Mulyo, Sunari, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan Perhutani. Menurutnya, edukasi secara langsung kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan dan perlindungan hutan.

“Kami siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan. Melalui sosialisasi dan komsos seperti ini, masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah karhutla serta menjaga hutan agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkap Sunari.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari para pesanggem. Selain memberikan edukasi secara langsung, petugas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada Perhutani atau pihak terkait apabila menemukan potensi gangguan keamanan hutan maupun indikasi kebakaran di kawasan hutan. Para pesanggem juga diajak untuk selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama pada musim kemarau yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi.

Melalui kegiatan komsos dan patroli preventif ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat sekitar hutan. Sinergi yang baik tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Perhutani menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan hutan maupun kejadian karhutla dapat diminimalkan. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Melalui langkah preventif dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, upaya perlindungan hutan di wilayah BKPH Candiroto diharapkan semakin optimal serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026