PIKIRAN-RAKYAT.COM (10/06/2026) | Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau, Perhutani KPH Purwakarta memperkuat langkah mitigasi melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama sejumlah instansi terkait di Kabupaten Purwakarta, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi sekaligus penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Purwakarta.

Wakil Administratur KPH Purwakarta, Mulyana Kurniawan, mengatakan Perhutani telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli preemtif dan preventif, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pembangunan pos pemantauan di kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

“Langkah yang dilakukan Perhutani antara lain memberikan imbauan kepada masyarakat, melaksanakan patroli rutin, serta membangun pos pemantauan karhutla. Kami selalu siap siaga dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Mulyana.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran. Karena itu, edukasi dan upaya pencegahan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, menegaskan bahwa penyusunan rencana kontingensi melalui FGD memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi saat menghadapi potensi bencana.

Ia menjelaskan, forum tersebut tidak hanya membahas langkah-langkah penanganan darurat, tetapi juga menjadi ruang bagi seluruh pihak untuk memberikan masukan dan solusi dalam menghadapi ancaman karhutla yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“FGD ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana. Kami berharap hasil diskusi dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mengantisipasi berbagai potensi bencana di masa mendatang,” kata Heryadi.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Purwakarta, AKP Toto Herman Permana, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas personel Polisi Kehutanan (Polhut) dalam mendeteksi dan mencegah terjadinya kebakaran maupun kerusakan kawasan hutan.

Menurutnya, Polhut memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan. Karena itu, kemampuan mendeteksi potensi kerawanan, melakukan langkah pencegahan, serta membangun koordinasi cepat dengan aparat kepolisian harus terus diperkuat.

“Dukungan, sinergi, dan peran aktif seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan. Polhut harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pencegahan secara tepat, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar langkah antisipatif dapat segera dilakukan,” tegas Toto.

Melalui forum tersebut, Perhutani, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat membangun koordinasi yang semakin solid dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sehingga kawasan hutan di Purwakarta tetap terjaga dan terhindar dari ancaman kebakaran.***

Sumber : pikiran-rakyat.com