KEDU UTARA, PERHUTANI (12/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo terus memperkuat sinergi kelembagaan di tingkat kecamatan dengan melaksanakan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat keamanan hutan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan di kawasan hutan wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, BKPH Wonosobo, Rabu (10/06).
Koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antara Perhutani dan pemerintah wilayah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung pengembangan potensi yang ada di kawasan hutan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Selain itu, dibahas pula pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta peluang pengembangan potensi wisata alam maupun sektor agroforestri yang berada di wilayah RPH Dieng.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, melalui Kepala BKPH Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan kondusif.
“Perhutani terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, guna memperkuat upaya perlindungan hutan. Selain meningkatkan keamanan kawasan dan mengantisipasi terjadinya karhutla, koordinasi ini juga menjadi sarana untuk menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan secara bersama sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan,” ujar Naufal Rafif.
Menurutnya, kawasan hutan RPH Dieng memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi para pemangku kepentingan, baik di bidang wisata alam maupun pengembangan komoditas agroforestri yang mampu mendukung peningkatan perekonomian masyarakat sekitar hutan.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kejajar, Oktasi Dwi Santoso, menyambut baik koordinasi yang dilakukan Perhutani bersama Pemerintah Kecamatan Kejajar. Ia menilai sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan yang memiliki peran penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
“Pemerintah Kecamatan Kejajar mendukung penuh upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Selain itu, kami juga siap bersinergi dalam menggali serta mengembangkan potensi yang ada di kawasan hutan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Oktasi Dwi Santoso.
Melalui penguatan kelembagaan di tingkat kecamatan tersebut, Perhutani berharap terwujud kerja sama yang semakin solid dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian hutan serta mengoptimalkan potensi kawasan RPH Dieng, BKPH Wonosobo, secara berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan fungsi hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026