SEMARANG, PERHUTANI (05/01/2026) | Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang mengakibatkan tanah longsor di kawasan hutan RPH Susukan, BKPH Penggaron. Peristiwa tersebut sempat memutus akses utama penghubung antar dusun di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, pada Senin (05/01).

Tanah longsor dilaporkan terjadi pada pukul 03.30 WIB, tepatnya di Petak 1011 b RPH Susukan, BKPH Penggaron. Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 20.10 WIB pada Minggu (04/01/2026) disinyalir menjadi penyebab utama kejadian tersebut. Kondisi tebing yang rapuh tidak mampu menahan tingginya debit air sehingga bongkahan batu besar jatuh dan menimpa pepohonan hingga roboh ke badan jalan. Material tanah dan pepohonan tersebut menutup total akses transportasi di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa ini, mobilitas warga terganggu. Jalan penghubung antar dusun tertutup total untuk kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan sistem buka-tutup.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, pihak Perhutani melalui Asisten Perhutani/KBKPH Penggaron beserta jajaran segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi dilakukan dengan bersinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Koramil, serta Polsek Ungaran Timur. Mengingat material longsor didominasi batu berukuran besar yang sulit dipindahkan secara manual, Perhutani berkoordinasi dengan BPBD untuk mengerahkan alat berat.

Administratur KPH Semarang melalui Asisten Perhutani/KBKPH Penggaron Musoleh menyampaikan bahwa bantuan alat berat digunakan untuk mempercepat proses penanganan. Ia menjelaskan bahwa material longsor yang didominasi batu besar dan pohon tumbang digeser ke bibir jalan agar akses dapat segera kembali normal serta tidak membahayakan pengguna jalan.

Hingga saat ini, proses pembersihan sisa material tanah masih terus berlangsung guna memastikan keamanan jalur bagi seluruh jenis kendaraan. Perhutani bersama instansi terkait juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan lintas kecamatan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta selalu berhati-hati saat melintas di wilayah perbukitan atau kawasan hutan, terutama pada saat hujan lebat disertai angin kencang, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Warga Desa Susukan Tukiman berharap penanganan longsor dapat segera diselesaikan sehingga akses jalan penghubung antar dusun kembali normal. Mereka juga mengharapkan adanya upaya pencegahan jangka panjang, seperti penguatan tebing dan perbaikan drainase di kawasan rawan longsor, agar kejadian serupa tidak terulang dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman serta lancar. (Kom-PHT/Smg/Noe)

Editor: Tri
Copyright © 2026