BANYUWANGI SELATAN,PERHUTANI (6/3/2026) I – Dalam upaya pererat jalinan komunikasi dan sinergitas guna antisipasi Gangguan Keamanan Hutan (gukamhut) dan jaga kondusifitas serta suksesi program Ketahanan Pangan dari Pemerintah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan melalui BKPH Blambangan lakukan koordinasi dan silaturahmi dengan Mitra Kerja lapangan, Pemerhati Lingkungan dan Tokoh Agama/Memangku Umat Hindu Desa Kedunggebang di Pos PTM 7 BKPH Blambangan Desa Kalipait Kec. Tegaldlimo Banyuwangi pada Kamis (5/3).
Pada kesempatan tersebut Adminitratur Perhutani Banyuwangi Selatan, melalui Asper BKPH Blambangan Hermawan AS menyampaikan terima kasih kepada Pemerhati Lingkungan Sumardi, Mitra Kerja Tebangan Misdi dan Tokoh Agama/Pemangku umat Hindu Desa Kedunggebang atas sinergitas dan komunikasi antara Perhutan dengan Stakeholder yang terjalin sangat baik selama ini, dan kami berharap hal ini tetap berjalan dan ditingkatkan, tutur Hermawan.
Hermawan yang didampingi Jajaran KRPH menambahkan sinergitas dengan pihak eksternal terlebih dengan Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat dan mitra kerja lapangan itu suatu keharusan, karena dengan baiknya jalinan komunikasi, sinergitas dengan Toga/Tomas/mitra kerja lapangan akan berdampak positif bagi Perhutani maka akan terbantu kita dalam kegiatan pengamanan hutan, dan kondusifitas masyarakat sekitar hutan serta berjalannya program ketahanan pangan dari pemerintah yang berimplikasi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan kelestarian hutan akan terjaga serta terwujudnya kemanan dan kondusifitas wilayah kerja Perhutani akan tercipta, katanya.
Sementara Sumardi tokoh masyarakat yang juga pemerhati lingkungan dari Desa Kedungasri Kec.Tegaldlimo menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerjasamanya antara Perhutani dan tokoh masyarakat/pemerhati lingkungan yang terjalin baik selama ini, kami beharap hal ini terus ditngkatkan kedepannya, dan pihaknya sangat mendukung upaya pencegahan dan anttisipasi Gukamhut harus dikedepankan melalui komsos dan pembinaan masyarakat serta pemberian informasi terkait key person pada petak/area rawan, akan tetapi bila masih ada tindakan gukamhut harus kita proses penegakan hukum untuk efek jera bagi pelaku dan yang lain, hal kita lakukan hanya untuk menjaga kelestarian hutan agar tetap terjaga serta agar hutan dapat bermanfaat bagi masyarakat, terangnya.
Sumardi yang didampingi Mitra Kerja Lapangan Misdi dan Sadi dari Desa Kalipait Tegaldlimo menambahkan menyikapi adanya kebijakan terkait dari pemerintahan Prabowo-Gibran terkait ketahanan pangan, bahwa pihaknya akan suppot dan mendukung untuk suksesi program tersebut seperti yang sudah berjalan baik selama ini di kawasan hutan wil. Kerja Perhutani yakni tumpangsari yang dalam pelaksanaanya kami menggandeng tomas/toga, LMDH, Ponpes dan kolaburasi dengan stakeholder lainnya, terangnya.
Selanjutnya Joko W Tokoh agama/Pemangku umat Hindu Desa Kedunggebang Kec.Tegaldlimo menyampaikan terima kasih pada Perhutani atas jalinan silaturahim dan koordinasinya melalui giat Komsos di Pos PTM, karena hal ini dapat meningkatkan sinergitas dan kerja sama antara Toga,Tomas dan Mitra kerja yang diwadahi LMDH-KTH dengan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, serta disampaikan juga apresiasi atas dukungan kegiatan pemanfaatan hutan yang bermitra dengan masyarakat sekitar hutan yang dapat sejahterakan masyarakat desa hutan, tuturnya.
Joko menambahkan, pihaknya siap membantu mencipkatan kondusifitas masyarakat dan turut menjaga keamanan hutan dengan berikan pembinaan/komsos pada masyarakat agar tetap menjaga dan melestarikan hutan agar tetap lestari dan bermanfaat untuk bersama, hal ini sudah merupakan fungsi/tugas kami pada masyarakat dengan strategi pendekatan dan komsos yang merupakan salah satu cara jitu dalam upaya pengendalian kondusifitas masyarakat serta pihaknya mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku gukamhut harus dilakukan/ditegakkan untuk efek jera dan atensi bagi yang lain demi hutan agar tetap aman dan lestari, pungkasnya. ( Kom-PHT/Bws/Dik).