GUNDIH, PERHUTANI (27/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih mengambil langkah proaktif guna mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah hutan. Melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Monggot, petugas memasang sejumlah spanduk imbauan rawan bencana di titik-titik strategis pada Selasa (27/01).
Pemasangan spanduk tersebut difokuskan di sepanjang jalur yang membelah kawasan hutan. Langkah ini bertujuan memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat terjadi angin kencang atau cuaca ekstrem.
Administratur KPH Gundih melalui Kepala BKPH Monggot Ageng Purnama menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam meningkatkan keselamatan publik serta kesiapsiagaan mitigasi bencana.
“Kami berupaya memberikan peringatan dini agar petugas maupun masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana di kawasan hutan, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aspek pencegahan menjadi hal penting dalam pengelolaan kawasan hutan. Dengan adanya papan imbauan tersebut, diharapkan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar hutan dapat memahami risiko serta mengutamakan keselamatan diri.
“Kami berharap dengan adanya imbauan ini, potensi risiko kecelakaan dapat diminimalkan sehingga aktivitas di kawasan hutan tetap berjalan aman,” tambahnya.
Inisiatif KPH Gundih tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Monggot. Sekretaris Desa Monggot Irham Syarifudin yang melintas di lokasi pemasangan menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Perhutani terhadap keselamatan warga.
“Mewakili Pemerintah Desa Monggot, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Perhutani. Wilayah kami dilalui jalan yang membelah kawasan hutan, sehingga keberadaan spanduk peringatan ini sangat penting bagi warga maupun pengguna jalan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan mitigasi bencana di BKPH Monggot ini, Perhutani berharap kewaspadaan masyarakat saat melintasi kawasan hutan semakin meningkat. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, kesadaran akan keselamatan menjadi kunci utama dalam menghindari risiko kecelakaan akibat faktor alam. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)
Editor: Tri
Copyright © 2026