GUNDIH, PERHUTANI (28/01/2026) │ Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam pada musim penghujan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kragilan dan BKPH Jambon, Perhutani KPH Gundih, melaksanakan aksi tanggap bencana melalui pemasangan spanduk dan penyebaran imbauan di sejumlah titik rawan, Selasa (27/01).
Kegiatan tersebut difokuskan pada jalur-jalur strategis yang kerap dilalui masyarakat, khususnya jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Grobogan dengan Kabupaten Sragen. Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini meningkatkan risiko pohon tumbang dan tanah longsor di kawasan hutan sehingga menjadi perhatian serius Perhutani.
Administratur KPH Gundih Haris Setiana melalui Kepala BKPH Kragilan Rudi Hartono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam melindungi keselamatan publik.
“Kami memasang imbauan ini sebagai langkah preventif dan edukasi. Harapannya, para pengguna jalan yang melintasi kawasan hutan dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang,” ujarnya.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di wilayah BKPH Jambon. Kepala BKPH Jambon Eko Arif Munanto menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemasangan spanduk dilakukan berdasarkan hasil pemetaan titik-titik rawan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Keyongan, Kecamatan Gabus. Kepala Dusun Geri Gianto turut hadir dan terlibat langsung dalam proses pemasangan spanduk serta menyampaikan apresiasi atas kepedulian Perhutani.
“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih. Jalur ini membelah kawasan hutan dan menjadi akses utama masyarakat. Keberadaan papan imbauan ini sangat membantu sebagai peringatan dini bagi para pengguna jalan,” ungkapnya.
Selain pemasangan spanduk, jajaran BKPH Kragilan dan BKPH Jambon juga meningkatkan frekuensi pemantauan kondisi tegakan pohon di sepanjang jalur utama. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini pohon-pohon yang berpotensi tumbang agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum membahayakan pengguna jalan.
Melalui sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman serta mampu meminimalisir risiko kecelakaan akibat faktor alam di wilayah hutan Perhutani KPH Gundih. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)
Editor: Tri
Copyright © 2026