KEDU UTARA, PERHUTANI (05/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara memperkuat patroli pemantauan sekaligus koordinasi dengan pengelola basecamp di kawasan wisata pendakian Gunung Sumbing via Adipuro, Desa Kaliangkrik, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung pada libur awal tahun seiring meningkatnya aktivitas wisata alam dan pendakian gunung di kawasan lereng Gunung Sumbing, Senin (05/01/2026).
Jalur pendakian Gunung Sumbing via Adipuro berada di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mangli, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Magelang. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan wisata Nepal Van Java turut berdampak pada meningkatnya arus kunjungan wisatawan, baik yang melakukan pendakian maupun wisata alam di sekitar kawasan tersebut.
Patroli pemantauan dilakukan untuk memastikan aktivitas pendakian berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan. Selain memantau jumlah pendaki dan kondisi jalur, Perhutani juga menjalin koordinasi intensif dengan pengelola basecamp sebagai garda terdepan dalam pengendalian pendakian. Koordinasi tersebut meliputi pendataan pendaki, pengaturan kuota, penyampaian informasi cuaca, serta penegakan aturan pendakian di kawasan hutan.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Magelang, Yulianto, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pendaki pada libur awal tahun perlu diantisipasi melalui kerja sama yang solid antar pihak. Koordinasi dengan pengelola basecamp menjadi kunci utama dalam pengelolaan pendakian. Dengan sinergi yang baik, pendaki dapat terdata dengan jelas, memahami aturan, dan mendapatkan informasi yang akurat sebelum melakukan pendakian, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Perhutani mendukung pengembangan wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, namun tetap menempatkan aspek keselamatan dan kelestarian hutan sebagai prioritas. Ia juga mengimbau para pendaki agar mempersiapkan diri secara matang, membawa perlengkapan standar pendakian, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi cuaca kurang mendukung. Keselamatan pendaki dan kelestarian hutan harus berjalan beriringan, tegasnya.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sumbing via Adipuro, Ridho, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung kebijakan dan arahan Perhutani. Menurutnya, koordinasi yang intensif sangat membantu pengelola basecamp dalam mengatur arus pendaki.
“Kami melakukan pendataan secara ketat, memberikan pengarahan sebelum pendaki naik, serta menyampaikan informasi kondisi jalur dan cuaca. Koordinasi dengan Perhutani terus kami jaga agar pendakian berjalan aman dan tertib,” jelasnya.
Ridho juga mengingatkan para pendaki untuk mematuhi aturan yang berlaku dan turut menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai kesadaran pendaki sangat berpengaruh terhadap kelestarian kawasan hutan. Kami berharap para pendaki dapat menikmati keindahan Gunung Sumbing tanpa meninggalkan dampak negatif bagi alam,” ujarnya.
Melalui patroli pemantauan dan penguatan koordinasi dengan basecamp ini, Perhutani berharap kegiatan pendakian Gunung Sumbing via Adipuro selama libur awal tahun dapat berjalan lancar, aman, dan bertanggung jawab. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan serta mendukung pengembangan wisata alam yang berkelanjutan di Kabupaten Magelang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026