JAWAPOS.COM (26/03/2026) | Pantai Papuma merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Nama “Papuma” sendiri adalah singkatan dari Pasir Putih Malikan, merujuk pada hamparan pasir putih yang menjadi ciri khas pantai ini.
Namun, di balik keindahannya, ada sejumlah kisah dan fakta sejarah yang belum banyak diketahui.
Sebelum dikenal luas seperti sekarang, kawasan Pantai Papuma dulunya merupakan area hutan produksi yang dikelola oleh Perhutani.
Akses menuju pantai juga masih sulit dan terbatas. Masyarakat sekitar lebih mengenalnya sebagai lokasi mencari ikan dan hasil laut, bukan sebagai tempat rekreasi.
Pengembangan Papuma sebagai destinasi wisata mulai dilakukan secara bertahap sekitar era 1990-an, ketika pemerintah daerah melihat potensi alamnya yang luar biasa.
Bagian pantai yang disebut “Malikan” memiliki karakter ombak besar dan arus yang cukup kuat.
Konon, nama Malikan berasal dari kata “malik” atau “kembali”, karena arus di kawasan ini sering “mengembalikan” benda yang terseret ombak ke tepi pantai.
Meski memiliki pasir putih yang indah, area ini dikenal cukup berbahaya untuk berenang.
Karena itu, wisatawan biasanya hanya menikmati pemandangan dan berfoto di sekitar batu-batu karang besar yang menjadi ikon Papuma.
Salah satu daya tarik Papuma adalah deretan batu karang raksasa di tengah laut. Batu-batu tersebut memiliki nama masing-masing dan dipercaya memiliki kisah tersendiri oleh masyarakat lokal.
Keberadaan karang ini bukan hanya memperindah lanskap, tetapi juga menjadi pelindung alami dari terjangan ombak besar Samudra Hindia.
Pemandangan matahari terbit dari balik gugusan karang inilah yang membuat Papuma sering dijuluki sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Jember.
Seiring perbaikan infrastruktur dan promosi pariwisata, Pantai Papuma kini menjadi ikon wisata Jember.
Jalan menuju lokasi sudah lebih baik dibandingkan dulu, meski tetap menantang dengan tanjakan dan tikungan tajam yang justru menambah sensasi perjalanan.
Kini, Papuma bukan hanya destinasi wisata lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Pantai Papuma bukan sekadar tempat menikmati pasir putih dan debur ombak. Ia menyimpan sejarah perubahan dari kawasan hutan yang sepi hingga menjadi destinasi wisata kebanggaan daerah.
Keindahannya berpadu dengan cerita-cerita lokal yang membuatnya semakin menarik untuk dikenang dan dijelajahi. (ona/dwi)
Sumber : jawapos.com