Hari masih pagi tetapi cuaca sudah sangat panas ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Portlink yang akan diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono terlihat dari kejauhan pada Senin (10/6).
Ratusan orang mulai memadati ke dermaga tiga Pelabuhan Penyeberangan Merak. Para juru kamera tampak siap dengan kamera masing-masing mengabadikan kehadiran kapal penyeberangan terbaru milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut.
Tidak berapa lama setelah kapal berukuran panjang 122,51 meter dan lebar 21 meter itu merapat ke dermaga, para undangan mulai memasuki kapal. Undangan diarahkan ke geladak kapal yang telah disulap menjadi sebuah ruangan yang cukup mewah dengan panggung dan layar besar.
Tidak ketinggalan sejumlah sound system yang dan juga berbagai alat musik pendukung acara. Sebelum kapal berlayar, Dahlan Iskan sempat melakukan tur singkat. Dia mengunjungi ruangan demi ruangan yang ada di dalam kapal tersebut.
Para awak media sempat mengabadikan ketika Dahlan menerima penjelasan mengenai perangkat yang terdapat di ruang kendali nakhoda. Setelah tur singkat berakhir, kegiatan lantas dipusatkan di podium dan dimulai dengan penampilan tarian khas Banten Rampak Bedug dilanjutkan dengan doa.
Bambang Susantono menilai pengoperasian kapal itu dinilai tepat waktu karena liburan sekolah dan musim angkutan Lebaran tinggal sebentar lagi. Dia juga mengatakan bahwa keselamatan pelayaran harus diutamakan.
Selain peresmian kapal, dalam pelayaran selama kurang lebih 3 jam dari Merak Banten ke Bakauheni Lampung itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama sinergi sejumlah BUMN.
Kerja sama pertama antara PT Bank BRI dan PT Jamsostek yang bersinergi dalam menghadirkan Jamsostek Service Point Office (JSPO). Penandatanganan itu juga diikuti BRI dengan Perum Perhutani yang bekerja sama dalam pengelolaan operasional perusahaan Perhutani melalui fasilitas Cash Management System yang diadakan oleh BRI.
“Lalu lintas uang Perhutani bisa lebih modern dan tidak ada ceceran uang,” kata Dahlan ketika mengumumkan sinergi tersebut. Kerja sama lain adalah antara PT Indra Karya dengan Perum Perhutani mengenai pengadaan pembangkit listrik tenaga air berskala kecil.
Sinergi lanjutan antara PT Krakatau Steel dan PT Semen Indonesia yang diharapkan bisa mengatasi masalah limbah Krakatau Steel yang mencapai 2 ton. PT Semen Indonesia akan membeli limbah milik perusahaan baja itu yang dapat dijadikan bahan baku pembuatan semen.
Sementara itu, tuan rumah PT ASDP In donesia Ferry juga menggandeng PT Industri Kapal Indonesia (IKI) dalam perawatan dan perbaikan armada kapal milik perseroan. Selama ini, PT IKI vakum kurang lebih 3 tahun dan bangkit kembali pada tahun ini.
Dahlan mengharapkan PT IKI yang su dah sehat bisa membantu memperbaiki kapal khususnya armada yang diope rasikan di wilayah Indonesia timur.
Di sela-sela acara, Kapten KMP Portlink Rudi Sunarko sempat mengumumkan keadaan cuaca di atas lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Sang kapten memaparkan kondisi cuaca cerah.
Angin barat 20 knot, kedalaman laut 27 meter dan penggunaan dua buah main engine dengan kecepatan 12 knot pada saat hampir mendekati Bakauheni dan bertolak kembali ke Merak.
PENGHARGAAN MURI
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana juga hadir dan memberikan penghargaan kepada tiga BUMN. Ketiga BUMN yang mendapat penghargaan antara lain PT Jamsostek atas pembukaan JSPO terbanyak secara serentak di tempat.
BRI mendapat penghargaan atas bank dengan laba terbesar yakni Rp18,5 triliun. Dan terakhir, PT ASDP Indonesia Ferry yang telah mengundang banyak pejabat, khusunya tokoh ekonomi dan peserta peresmian sekitar 1.000 orang.
“Mungkin Anda tidak sadari, hari ini Anda menciptakan rekor dunia. Peresmian kapal yang memuat banyak tokoh ekonomi suatu negara, tolong kapal ini jangan bernasib seperti Titanic,” ujar Jaya sembari bergurau. Selanjutnya, Jaya meminta Dahlan menyerahkan penghargaan kepada tiga BUMN berprestasi tersebut.
Bukan hanya urusan sinergi saja, peresmian kapal itu juga dimeriahkan kehadiran artis papan atas Syahrini dan band legendaris Slank.
KMP Portlink kapal bekas milik Stena line yang dibeli PT ASDP Indonesia Ferry. Kapal yang terbilang mewah itu merupakan satu dari empat kapal yang didatangkan ASDP Indonesia Ferry dengan total dana pembelian mencapai Rp350 miliar.
Kapal itu memiliki beberapa fasilitas yang bisa membuatnya tergolong mewah. Ruang bermain anak yang dilengkapi televisi. Selain itu, kapal juga dilengkapi fasilitas karaoke, stan Dunkin Donuts, stan cafe Kopi Kamu, serta sebuah mini shop yang menyediakan minuman.
Kapal juga dilengkapi mushola dan car deck yang bisa menampung sekitar 370 unit kendaraan campuran. Agaknya, Dahlan ingin menjadikan KMP Portlink yang memiliki beragam fasilitas sebagai sarana mempererat sinergi BUMN di Indonesia.
Sumber    :   Bisnis indonesia, Page 28
Tanggal     :   12 Juni 2013