"Loading..."

Budidaya Porang di Kawasan Hutan Perhutani Diminati PT RPN

SARADAN, PERHUTANI (11/6/2021) | Kepala Pusat Penelitan Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Priyono didampingi Kepala Divisi Pengelolaan Perhutanan Sosial M. Yusuf Noorhajiyanto dan Kepala Departemen Agroforestry Isnin Soiban melakukan kunjungan kerja di wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Jumat (11/6).

Rombongan disambut oleh Administratur KPH Saradan Rumhayati bersama jajaran di petak 33 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wilangan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wilangan Utara. Rombongan singgah di rumah tokoh petani porang Desa Klangon dan lokasi tanaman porang petak 94h RPH Klangon, BKPH Pajaran.

Administratur KPH Saradan, Rumhayati mengatakan bahwa kawasan hutan yang masuk wilayah kerjanya sebagian besar memang sangat cocok untuk ditanami porang. Sehingga dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem pengembangan budidaya tanaman porang dan kualitas umbi porang yang lebih baik, dengan produksi yang semakin meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penelitan Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia PT RPN, Priyono mengatakan bahwa pihaknya selaku Riset Perkebunan Nusantara anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara ingin bekerjasama dalam pemanfaatan lahan untuk pengembangan tanaman porang dengan skema provit sharing.

“Perhutani sebagai penyedia lahan dan sebagai operating dan Kami (RPN) mempunyai teknologi peningkatan produksi porang, dengan harapan sinergi BUMN ini mampu meningkatkan produksi porang yang dapat menguntungkan kedua belah pihak,” tutur Priyono.

Sementara itu Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Pandan Asri Desa Klangon, Hartoyo menyampaikan bahwa sejak tahun 1987 mereka sudah menanam porang yang awalnya merupakan tanaman liar yang ada di hutan. Namun menurutnya, sekarang porang sudah menjadi komoditi agroforestry yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

“Dengan budidaya porang ini, masyarakat Desa Klangon dan sekitarnya dapat meningkatkan taraf hidup menjadi sejahtera tanpa merusak hutan,” kata Hartoyo. (Kom-PHT/Srd/Wdy)

Editor : Ywn

Copyright©2021