"Loading..."

Buper Pleseran, Wisata Rintisan Perhutani Berkonsep Alam di Tawangmangu

SURAKARTA, PERHUTANI (17/05/2021) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta mempunyai wana wisata rintisan menarik dan mulai dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata dengan konsep hutan wisata yaitu Bumi Perkemahan (Buper) Pleseran. Wisata ini merupakan hasil kerjasama Perhutani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari dan Pengelola Buper Pleseran yang berada di kawasan hutan Petak 52, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjarsari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Kabupaten Karanganyar.

Buper Pleseran merupakan wisata rintisan karena secara resmi telah menerima Surat Keputusan (SK) yang diberikan oleh Perhutani 1,5 tahun yang lalu dengan luas kawasan 2,5 hektar. Lokasi ini dikelilingi oleh hutan pinus yang sangat indah dan sejuk khas pegunungan dengan suara gemercik air telaga. Pengunjung dapat menikmati suasana pemandangan alam khas pegunungan yang berhawa sejuk dan segar. Selama perjalanan menuju lokasi wisata, para pengunjung akan disuguhi suasana hutan dengan hamparan hijau perkebunan sayur dan buah.

Administratur Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta (09/05) menjelaskan bahwa pengelolaan Buper Pleseran selama ini dikerjasamakan antara Perhutani, LMDH Wono Lestari dan Pengelola wisata. Meski dalam pengelolaan dilakukan oleh masyarakat, namun tetap mematuhi peraturan dan menjaga hutan agar tetap terjaga.

“Semoga kedepannya wisata rintisan ini dapat berbenah dengan mengandalkan kondisi alam yang ada sehingga dapat menjadi hutan wisata dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sugi.

Ketua LMDH Wono Lestari Wagimin pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pengelolaan Buper Pleseran sepenuhnya dilakukan oleh pemuda dan masyarakat sekitar secara mandiri melalui organisasi dan diharapkan dapat membangun wisata rintisan berkembang menjadi obyek  wana wisata Perhutani yang dapat diandalkan.

Pengelola Buper Pleseran Larto Nugroho menceritakan bahwa wisata ini sudah ada sejak 5 tahun yang lalu dengan tujuan membangun desa berkonsep minimalis yaitu pengunjung yang datang supaya nyaman dan berbaur dengan alam. Semoga nantinya makin banyak wisatawan yang berkunjung ke wisata ini untuk berbaur dengan suasana alam.

Lokasi yang dekat dengan terminal Tawangmangu tersebut, selain menawarkan pemandangan alam, juga terdapat fasilitas Gardu Pandang, Spot Swafoto, Flying Fox, Taman warna-warni bunga, arena permainan, Camping ground dan Outbound yang ditawarkan kepada pengunjung dengan harga tiket masuk Rp 7.500,- per orang dan untuk camping Rp 10.000,- per orang. (Kom-PHT/Ska/Ipk).

Editor : Ywn
Copyright©2021