PURWODADI, PERHUTANI (22/12/2025) | Dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah pembuangan sampah sembarangan, Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Tumpuk bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan pemasangan paranet di kawasan hutan yang berada di tepi jalan raya wilayah Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Minggu (21/12).
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Tegalrejo, Babinsa Desa Tegalrejo Koramil Wirosari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, jajaran BKPH Tumpuk, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Jati Mulyo dan LMDH Wana Tirta. Pemasangan paranet dilakukan pada titik-titik rawan yang selama ini kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah dari kendaraan yang melintas.
Langkah ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya perlindungan kawasan hutan dari pencemaran lingkungan. Selain berfungsi sebagai penghalang fisik, paranet juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan hutan dan sepanjang jalan raya.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk Aries Supriyanto menyampaikan bahwa pemasangan paranet merupakan salah satu langkah preventif yang dilakukan Perhutani untuk menjaga kebersihan dan kelestarian hutan.
“Pemasangan paranet ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan agar kawasan hutan tidak dijadikan tempat pembuangan sampah. Hutan harus kita jaga bersama karena selain sebagai aset negara, hutan juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Desa Tegalrejo, Agus Suprapto, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara Perhutani, pemerintah desa, dan instansi terkait dalam menjaga lingkungan desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selama ini memang terdapat beberapa titik di tepi jalan raya yang rawan dijadikan lokasi pembuangan sampah. Dengan adanya paranet dan kerja sama semua pihak, kami berharap lingkungan Desa Tegalrejo menjadi lebih bersih dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan,” ungkap Agus.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Tirta, Dwi Raharto, menegaskan komitmen masyarakat desa hutan untuk ikut berperan aktif menjaga kawasan hutan dari pencemaran sampah.
“Kami sebagai masyarakat desa hutan siap mendukung dan menjaga fasilitas yang sudah dipasang. Harapannya, masyarakat yang melintas juga memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga hutan tetap bersih, lestari, dan nyaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa kebersihan dan kelestarian hutan merupakan tanggung jawab semua pihak, sehingga kawasan hutan tetap terjaga dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
Editor: Tri
Copyright © 2025