KEDU UTARA, PERHUTANI (06/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli dan pemantauan pengunjung di kawasan wisata alam Curug Lawe Secepit yang berada di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung sekaligus sebagai langkah mitigasi bencana, khususnya saat terjadi cuaca hujan dan angin yang berpotensi membahayakan aktivitas wisata, Senin (05/01).
Curug Lawe Secepit merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di kawasan hutan negara dan masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gempol, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa. Keindahan air terjun yang dikelilingi hutan alam menjadikan lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan, baik dari Kabupaten Kendal maupun daerah sekitar. Keberadaan wisata ini tidak hanya memberikan nilai rekreasi, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa setempat.
Patroli dilakukan oleh jajaran petugas lapangan Perhutani BKPH Ambarawa bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta pengelola wisata. Kegiatan difokuskan pada pemantauan aktivitas pengunjung, pengecekan jalur wisata, serta pengawasan kondisi lingkungan dan cuaca. Petugas juga memastikan area rawan, seperti jalur licin dan sekitar aliran air, berada dalam kondisi aman untuk dilalui pengunjung.
Selain patroli, Perhutani bersama mitra pengelola memberikan edukasi dan imbauan kepada pengunjung agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Pengunjung diminta untuk berhati-hati saat hujan dan angin, tidak berteduh di bawah pohon besar, serta segera menjauh dari area curug apabila kondisi cuaca memburuk sebagai langkah antisipasi risiko bencana.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Ambarawa Herman Sutrisno menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pemantauan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga keamanan pengunjung sekaligus mendukung pengelolaan wisata hutan yang berkelanjutan.
“Perhutani secara rutin melakukan patroli dan pemantauan di kawasan wisata hutan, termasuk Curug Lawe Secepit. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan pengunjung sekaligus memberikan edukasi dan imbauan sebagai langkah mitigasi bencana, terutama saat cuaca hujan dan angin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan wisata alam di kawasan hutan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kelestarian hutan.
Ketua LMDH Bayu Murti Mustakim menuturkan bahwa keberadaan wisata Curug Lawe Secepit memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa Ngesrepbalong. Warga setempat terlibat langsung dalam pengelolaan wisata dan memanfaatkan peluang usaha yang muncul.
“Dengan adanya wisata Curug Lawe Secepit, masyarakat dapat membuka kios makanan dan minuman, jasa parkir, hingga penjualan cenderamata. Hal ini membantu meningkatkan pendapatan warga sekitar kawasan hutan,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola wisata Curug Lawe Secepit Ahmat Syarifudin menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menyeimbangkan aspek keamanan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami bersama Perhutani dan LMDH berkomitmen menjaga keamanan pengunjung, terutama saat cuaca kurang bersahabat. Di sisi lain, pengelolaan wisata ini juga kami arahkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui patroli dan pengelolaan terpadu ini, Perhutani berharap wisata Curug Lawe Secepit dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata alam yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026