SURABAYA, PERHUTANI (05/11/2025) | Kepala Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur Wawan Triwibowo bersama Administratur Perhutani KPH Lawu Ds., Adi Nugroho dan jajarannya, mengunjungi Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo yang dikenal sebagai penghasil getah pinus terbesar di wilayah Perhutani Divre Jatim, pada Rabu (5/11).

Bagi warga Desa Selur sendiri, hutan bukanlah sekadar deretan pepohonan. Ia adalah sahabat tempat mereka menaruh harapan dan menggantungkan kehidupan, karena dari situ warga dapat manfaat ekonomi dengan menyadap getah pinus.

Dalam kunjungannya ke Desa Selur, Wawan menyampaikan pentingnya peran masyarakat desa sekitar hutan sebagai mitra strategis Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak bisa lepas dari keterlibatan aktif masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan.

Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tugas Perhutani. Dengan konsep 3E (Ekologi, Ekosistem, dan Ekonomi) kami berupaya menjaga keseimbangan alam sambil meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, kami menyebut Desa sebagai Sahabat Rimbawan, ujar Wawan.

Sementara itu, Kepala Desa Selur Suprapto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah desa dan Perhutani merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, karena dengan hubungan yang harmonis ini telah memberikan manfaat besar bagi warga, ujarnya.

Suprapto menyebut ada sekitar 900 warga Desa Selur bekerja sebagai penyadap getah pinus yang masuk di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ponorogo Selatan dan BKPH Ponorogo Timur.

Lebih lanjut dia berharap adanya regenerasi penyadap melalui peningkatan minat generasi muda untuk ikut bekerja sebagai tenaga sadap. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menarik minat tersebut adalah dengan memperkenalkan penggunaan Alsameka (alat sadap mekanis) serta memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan kegiatan penyadapan, prosesnya, dan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Perhutani. Sinergi ini sangat penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami berharap ke depan potensi-potensi di kawasan hutan, termasuk wisata alam, dapat terus digali dan dikembangkan sesuai aturan agar memberikan nilai tambah bagi warga,” ujar Kepala Desa Selur.

Kunjungan Kadivre Perhutani Jatim ke Desa Selur ini menjadi bukti nyata komitmen Perhutani dalam mempererat hubungan kemitraan dengan desa-desa sekitar hutan. Melalui semangat Sahabat Rimbawan, diharapkan kerja sama ini terus berkembang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian alam, pungkasnya. (Kom-PHT/Divre Jatim/Djel)

 

Editor:Lra
Copyright©2025