"Loading..."

Direktur Utama Perhutani Kunjungi LMDH Percontohan Nasional Perhutanan Sosial di Lumajang

SURABAYA, PERHUTANI (8/6/2021) | Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro menyerahkan bantuan senilai Rp60 juta kepada 3 (tiga) Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Kabupaten Lumajang bersama Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rachman Ferry Isfiyanto dalam kunjungannya ke Wisata Siti Sundari di Desa Burno Kecamatan Senduro Lumajang Jawa Timur, Senin (7/6).

Ketiga LMDH penerima bantuan tersebut adalah LMDH Sukowono, LMDH Rimba, dan LMDH Wono Lestari. Lokasi Wisata Siti Sundari yang dikelola oleh LMDH Wono Lestari sendiri berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Senduro, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Senduro, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo.

Menurut Wahyu Kuncoro, Desa Burno merupakan salah satu Desa yang menjadi pusat percontohan nasional dalam program pengelolaan Perhutanan Sosial. Kabupaten Lumajang dianggap berhasil karena memiliki LMDH Wono Lestari dengan usaha yang bisa mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di sekitar hutan. Ia pun menuturkan ada dua LMDH yang dijadikan program pemerintah sebagai percontohan atau pilot project dalam pengembangan Perhutanan Sosial dan pengelolaannya di bawah Perhutani.

“Salah satunya disini, yakni di KPH Probolinggo. Serta satu lokasi lainnya di Garut, Jawa Barat.” terangnya.

Keberhasilan LMDH Wono Lestari dalam mengembangkan tanaman hijauan makan ternak (HMT) berupa rumput gajah, budidaya pisang, lebah madu, hingga pemerahan susu sapi dan pengembangan wisata, menjadikannya salah satu dari 9 kelompok Perhutanan Sosial terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan jumlah anggota sebanyak 367 orang yang mengolah lahan hutan seluas 940 hektar. Bahkan kini seluruh anggotanya sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) yang diharapkan membuat petani tergerak untuk turut menjaga hutan.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Rachman Ferry Isfiyanto berpesan agar potensi hutan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya dengan selalu memperhatikan keberlanjutan fungsi kawasan dalam pemanfaatannya. (Kom-PHT/DivreJatim/Mnr)

Editor : Ywn

Copyright©2021