GUNDIH, PERHUTANI (18/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menggelar tebang perdana Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di petak 53b1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Juron, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dalen pada Kamis (17/07).
Program tanaman Agroforestry Tebu Mandiri ini merupakan inisiatif pemerintah dalam bidang swasembada gula melalui penanaman tebu. Tanaman ini ditanam pada tahun 2022 dengan total luas area 35,30 hektare, tersebar di enam anak petak BKPH Dalen, dan pada bulan ini telah memasuki masa panen.
Hadir dalam kegiatan panen tebu Kepala BKPH Dalen beserta jajaran, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Sub Seksi Agro dan Ekowisata, perwakilan PT Rajawali I Unit Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru Madiun, serta tenaga tebang tebu.
Administratur KPH Gundih melalui Kepala BKPH Dalen, Budi Hermawan, menyampaikan bahwa panen kali ini merupakan hasil kerja sama antara Perhutani KPH Gundih dan PT Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Madiun. “Ini merupakan panen perdana tahun 2025 yang bertujuan untuk menopang pendapatan perusahaan dari bidang agroforestri, serta mendukung pemerintah dalam swasembada gula nasional,” jelasnya.
Perwakilan PT Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Madiun, Andik, menambahkan bahwa pihaknya berharap tebang tebu perdana yang dilaksanakan hari ini dapat bermanfaat bagi Perhutani, PT Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Madiun, masyarakat sekitar hutan, serta semua pihak yang terlibat dalam kegiatan panen ini..
Ia juga menyatakan bahwa bagi para pekerja tebang tebu yang saat ini dipekerjakan, kegiatan ini menjadi pemasukan tersendiri bagi keluarga mereka. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)
Editor: Tri
Copyright © 2025