TUBAN, PERHUTANI (27/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban menghadiri tradisi acara sedekah bumi di kawasan hutan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kranji yang terdapat Sumur Boto sebagai sumber air utama yang sejak lama dimanfaatkan warga Desa Surowiti, Panceng, Kabupaten Gresik, pada Rabu (27/8).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pamong desa, tokoh agama, Perhutani, Polri, TNI, serta masyarakat. Rangkaian acara diawali doa bersama untuk keselamatan, dilanjutkan makan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas kesuburan tanah, kesejahteraan, dan kedamaian yang dirasakan warga selama ini.
Administratur Perhutani KPH Tuban, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kranji, Agus Susantoko, menyampaikan bahwa tradisi sedekah bumi rutin digelar setiap tahun. Dan persiapan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat oleh masyarakat sebagai wujud penghormatan terhadap alam dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
“Kami berharap jajaran Perhutani di lapangan selalu peka, hadir, dan ikut terlibat dalam kegiatan adat maupun kearifan lokal desa. Tradisi ini dapat menjadi sarana komunikasi sosial yang baik, sehingga hubungan Perhutani dan masyarakat semakin harmonis,” ujarnya.
Agus menambahkan, bagi Perhutani, keterlibatan dalam kegiatan adat masyarakat tidak hanya memperkuat komunikasi sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air yang menopang kehidupan warga desa, tutupnya.
Dalam kesempatan itu, H. Suradi, salah satu sesepuh dusun, juga menuturkan kisah cikal bakal Sumur Boto yang menjadi sumber penghidupan warga. Ia berpesan agar masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sumur. “Jika kawasan sekitar tetap terjaga, debit air akan stabil dan Sumur Boto tidak akan kering, sehingga bermanfaat hingga anak cucu kita di Desa Surowiti,” katanya. (Kom-PHT/Tbn/Yuli)
Editor:Lra
Copyright©2025