BANYUWANGI UTARA, PERHUTANI (28/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara bersama Perhutani Forestry Institute (PeFI) berkolaborasi dengan Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan penelitian dinamika dan aliran karbon pada hutan tanaman jati di Petak 21 F2, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Alasbuluh, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Watudodol, Kamis (28/8).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Utara Nur Adin Eko Saputro beserta jajaran, dari PeFI M. Rifki Abdurahman, serta peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN, Ogi Setiawan dan Muhammad Abdul Qirom.
Administratur KPH Banyuwangi Utara, Nur Adin Eko Saputro, menyampaikan dukungannya terhadap riset yang tengah dilakukan.
“Kami siap mendukung dan memastikan penelitian dinamika dan aliran karbon hutan tanaman jati berjalan lancar. Kami berharap hasilnya dapat menjadi inovasi yang bermanfaat bagi berbagai kalangan,” ujarnya.
Penelitian ini bertujuan memperbaiki instrumen penduga biomassa tanaman jati dengan mempertimbangkan karakteristik iklim, sekaligus memperoleh data potensi simpanan karbon melalui integrasi pendekatan terestris dan spasial yang sesuai dengan kondisi tegakan jati.
Metode pengumpulan data dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penimbangan bagian pohon (batang, cabang, dan ranting), hingga pengambilan sampel akar pada sejumlah pohon dengan sebaran diameter yang mewakili lokasi penebangan. Pada tingkat tegakan, penelitian mencakup empat carbon pools, yaitu vegetasi (tegakan jati dan tumbuhan bawah), serasah, nekromasa, serta bahan organik tanah. Selain itu, pembuatan plot dilakukan pada berbagai kelas umur tanaman dengan asal bibit yang berbeda, mulai dari bibit produksi benih hingga Jati Plus Perhutani.
Peneliti BRIN, Ogi Setiawan, menjelaskan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat basis data nasional terkait peran hutan tanaman jati dalam menyimpan karbon.
“Data yang kami peroleh tidak hanya penting bagi pengelolaan hutan Perhutani, tetapi juga dapat mendukung kebijakan mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional,” ungkapnya. (Kom-PHT/Bwu/Wins)
Editor:Lra
Copyright©2025