KEDU SELATAN, PERHUTANI (21/10/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan turut memeriahkan ajang lari berskala global BiosfeRun yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) pada Sabtu (19/10). BiosfeRun merupakan kegiatan olahraga lari yang dikemas dengan keindahan alam perbukitan di kawasan yang telah dinobatkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO. Kegiatan ini didesain untuk menghadirkan tantangan bagi para pelari dengan target peserta sebanyak 1.500 orang dan tiga kategori jarak, yaitu 7K, 15K, dan 30K. Pemenang kategori utama akan menyandang gelar The Highlander, simbol ketangguhan, keberanian, dan koneksi dengan alam.

Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BPOB, Yusuf Hartanto, menjelaskan bahwa BiosfeRun tidak hanya lomba lari, tetapi juga perayaan nilai keberlanjutan. Dengan mengusung semangat Protect Nature, Empower Communities, kegiatan ini mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi komunitas di kawasan Borobudur Highland.

“BiosfeRun juga merupakan wujud komitmen BPOB dalam menerapkan keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial. Selaras dengan program unggulan Kementerian Pariwisata tahun 2025, kami menghadirkan acara bertaraf global yang tetap menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Administratur KPH Kedu Selatan, Nandang Kusnandar, bersama Wakil Administratur, Ahmad Marzuki, menyampaikan bahwa berolahraga di alam terbuka memberikan manfaat besar bagi kesehatan, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dilakukan dengan bijak.

“Untuk meminimalkan dampak negatif, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang etika berolahraga di alam, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan jalur yang telah ditentukan, serta menghormati satwa liar. Pengelolaan kegiatan olahraga juga harus dilakukan dengan tepat, misalnya dengan memadukan olahraga dan pelestarian lingkungan, menggunakan peralatan olahraga yang ramah lingkungan, serta melakukan penelitian ekologi olahraga guna memahami dampak aktivitas terhadap ekosistem,” jelas Nandang.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan BiosfeRun karena kegiatan seperti ini dapat memotivasi masyarakat untuk berolahraga, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. (Kom-PHT/Kds/Rwi)

Editor: Tri

Copyright © 2025