BLORA, PERHUTANI (10/11/2025)  | Goa Terawang Ecopark, lokasi wisata andalan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) sebagai tempat pelaksanaan Blora Culture Festival #2 dengan tema “Harmoni Wisata Alam dan Budaya” pada Sabtu (08/11).

Festival budaya tahunan yang digelar untuk kedua kalinya tersebut menampilkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba tari kreasi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Blora yang diikuti oleh 37 peserta, hingga puncak acara berupa Tayub Massal yang diikuti oleh 1.000 penari tayub dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, pelajar SMP/SMA/SMK se-eks Kawedanan Ngawen, serta organisasi wanita se-Kabupaten Blora.

Sebelum acara utama dimulai, dilakukan prosesi penyerahan sampur kepada dua tokoh tayub Blora, yaitu Murti Sulas dan Margono, yang diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora, Ainia Arief Rohman (Bunda Ain).

Dalam sambutannya, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Blora yang mewakili Bupati Blora, Agus, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, Blora adalah daerah yang kaya akan budaya, sejarah, dan potensi alam.

“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya Blora adalah kekuatan dan kebanggaan bersama. Kita ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya tontonan, tetapi juga identitas dan kebanggaan yang harus kita rawat dan jaga bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus juga menyoroti prestasi membanggakan Goa Terawang Ecopark yang baru saja meraih Juara 1 Nasional dalam ajang Wonderful Theme Park Impact Award 2025, mengalahkan destinasi wisata ternama seperti Ancol dan Lawu Park. “Ini bukti bahwa wisata Blora mampu bersaing di tingkat nasional. Salam budaya!” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Blora, Ainia Arief Rohman, menambahkan bahwa kegiatan Blora Culture Festival dengan agenda pagelaran Tayub Massal yang diikuti oleh 1.000 penari diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin tahunan, sehingga mendapat dukungan dan apresiasi dari Kementerian Pariwisata di masa mendatang.

“Dengan banyaknya event budaya seperti ini, perekonomian masyarakat Blora akan terus meningkat,” ujarnya.

Administratur KPH Blora, Yeni Ernaningsih, juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas kepercayaannya kepada Perhutani.

“Perhutani bangga Goa Terawang Ecopark menjadi tuan rumah Blora Culture Festival #2. Kegiatan ini menjadi ajang promosi wisata sekaligus upaya untuk ikut uri-uri budaya lokal agar semakin dikenal luas, bahkan hingga tingkat nasional dan dunia,” ungkapnya. (Kom-PHT/Blr/Ist)

Editor: Tri

Copyright © 2025