PEKALONGAN TIMUR,PERHUTANI, (13/11/2025)│ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Khusus KPH penghasil getah pinus pada Rabu (12/11). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor KPH Pekalongan Timur tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah Perum Perhutani, Asep Dedi Mulyadi, bersama para administratur KPH penghasil getah pinus di wilayah Jawa Tengah.
Rapat ini berfokus pada evaluasi serta penyusunan strategi peningkatan produksi getah pinus, yang selama ini menjadi salah satu komoditas utama Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Perhutani. Dalam arahannya, Kepala Divre Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas produksi menjelang penutupan tahun anggaran. Pembahasan meliputi evaluasi capaian produksi masing-masing KPH hingga kuartal IV tahun 2025, optimalisasi teknik penyadapan, pengamanan Tempat Penimbunan Getah (TPG), mitigasi dampak cuaca, serta penguatan pembinaan dan jaminan keselamatan kerja bagi para penyadap sebagai ujung tombak produksi.
Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengikuti arahan pimpinan regional. “Kami berkomitmen terus berinovasi dan memastikan pengelolaan hutan pinus dilakukan secara lestari, sehingga target produksi dapat tercapai tanpa mengorbankan kelangsungan pohon,” katanya.
Rapat tersebut juga menghadirkan perwakilan penyadap, Kustianingsih, yang menyampaikan harapan dan tantangan yang dihadapi penyadap getah pinus di lapangan. “Kami, para penyadap, menghadapi tantangan besar terkait produksi akibat fluktuasi cuaca dan kebutuhan menjaga mutu. Kami memohon dukungan teknis lebih lanjut, terutama stimulant yang efektif, agar produktivitas quare tetap optimal. Komitmen kami adalah menjaga kebersihan dan kualitas getah agar harga jual maksimal. Kami berharap KPH dapat membuat kebijakan yang mendukung kami di lapangan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan rapat ini, sinergi antara KPH penghasil getah pinus dan Divre Jawa Tengah diharapkan semakin kuat dalam upaya mencapai target HHBK, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan getah pinus di wilayah Jawa Tengah. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2025