JATIROGO, PERHUTANI (26/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate memberikan pendampingan intensif kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kaligede Bangkit dalam pengembangan budidaya mangga melalui program Multi Usaha Kehutanan (MUK), Selasa (25/11).

Pendampingan dilakukan di Rumah Dinas Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Kaligede, BKPH Bate, dan dihadiri jajaran Perhutani, Kepala Desa Kaligede beserta perangkat desa, Ketua LMDH Kaligede Bangkit, serta Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) bersama anggotanya.

Administratur KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen Perhutani dalam mengimplementasikan program MUK untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan melalui sistem agroforestri. “Melalui budidaya mangga, kami berharap hadir manfaat ekonomi ganda, baik dari hasil kayu di masa mendatang maupun panen buah mangga yang dapat dinikmati secara musiman oleh masyarakat desa hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahap awal program telah dimulai dengan penanaman sekitar 100 bibit mangga di petak 146 E seluas 5,8 hektare. “Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memberikan pelatihan teknis penanaman dan pemeliharaan agar tanaman tumbuh optimal dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan,” tambah Didi.

Kepala Desa Kaligede, Suprapto, mengapresiasi langkah Perhutani. Ia menyampaikan bahwa masyarakat siap mendukung penuh pengembangan agroforestri mangga. “Dengan pendampingan Perhutani, kami optimis budidaya mangga ini dapat berhasil dan memberikan pendapatan tambahan bagi anggota LMDH dan masyarakat sekitar hutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua LMDH Kaligede Bangkit, Juwanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan tanam mangga di petak 146 E akan dilakukan secara gotong royong mulai besok hingga selesai. Pemeliharaan dan perawatan lanjutan juga menjadi tanggung jawab bersama antara LMDH, KTH, dan pesanggem petak 146 E.

“Kami berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH ini dapat menjadi contoh pengelolaan hutan lestari yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, selaras dengan tujuan pembangunan kehutanan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Jtr/Eva)

Editor:Lra
Copyright©2025