BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (23/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi tokoh masyarakat yang juga merupakan mitra usaha/investor, dalam rangka memperkuat sinergitas serta menangkap peluang kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KPH Banyuwangi Selatan, Senin (22/12).
Kunjungan ini bertujuan menyatukan persepsi dan pemahaman terkait tata cara serta mekanisme pelaksanaan kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan yang dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, melalui Kepala Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (KSS HKA & Komper) Didik Nurcahyo, menyampaikan bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), entitas bisnis, pemerintah kabupaten, pemerintah desa/BUMDes, pihak swasta atau investor, serta badan usaha lainnya melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama dengan tetap mengedepankan keseimbangan tiga aspek pembangunan kehutanan, yakni ekologi, sosial, dan ekonomi, guna mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera.
“Pada prinsipnya, Perhutani mendukung kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk pengembangan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat, petai, mangga, serta kegiatan tumpangsari di bawah tegakan, sepanjang sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku,” jelas Didik.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil. Pemanfaatan kawasan hutan diharapkan dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan, mitra usaha, serta mendukung pemulihan ekonomi lokal dengan tetap menjaga kondusivitas dan kelestarian hutan.
Didik juga menegaskan bahwa mitra usaha yang berminat agar mengajukan proposal kerja sama yang dilengkapi dokumen pendukung untuk selanjutnya dilakukan pembahasan, peninjauan lapangan, serta proses pengusulan ke Divisi Regional Jawa Timur hingga Kantor Pusat Perhutani.
Sementara itu, mitra usaha yang juga tokoh masyarakat Pesanggaran, Banyuwangi, Suharsono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas fasilitasi Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dalam menerima silaturahmi dan koordinasi tersebut.
Ia berharap, rencana kerja sama ke depan dapat meningkatkan sinergitas antar pemangku kepentingan serta memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat desa hutan, mitra usaha, dan Perhutani. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan kerja sama serta menjaga kondusivitas masyarakat dan kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Bws/Dik)
Editor:Lra
Copyright©2025