KOMPASIANA.COM (16/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur bersama PT Tower Bersama Group (TBG) hari ini melaksanakan aksi penanaman pohon di lokasi yang pernah diterjang bencana angin puting beliung di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya rehabilitasi hutan pasca-bencana.

Aksi penanaman pohon yang dilaksanakan pada hari Minggu,14 Desember 2025 ini bertujuan untuk memulihkan fungsi ekologi kawasan hutan yang sempat rusak akibat terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu. Lebih dari sekadar penanaman, kegiatan ini juga menjadi simbol kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta dalam menjaga kelestarian alam.

Dari pihak KPH Pekalongan Timur, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH), Bapak Yohan Haryanto. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif semua pihak dalam upaya konservasi. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Tower Bersama dalam program penghijauan kembali ini. Bencana alam adalah tantangan kita bersama, dan pemulihan lingkungan harus dilakukan secepatnya agar kawasan hutan kembali berfungsi optimal,” ujar Bapak Yohan.

Sementara itu, perwakilan dari PT Tower Bersama Group, Bapak Mad Kholik, menyatakan komitmen perusahaannya untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. “Sebagai perusahaan yang beroperasi di berbagai wilayah, kami menyadari dampak dari perubahan iklim dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kemitraan dengan Perhutani KPH Pekalongan Timur ini adalah salah satu cara kami berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Bapak Mad Kholik.

Penanaman pohon dipusatkan di lokasi bekas bencana angin puting beliung, melibatkan puluhan peserta dari kedua belah pihak, termasuk karyawan KPH, perwakilan Tower Bersama, serta masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi ekosistem lokal untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi.

Diharapkan, aksi nyata ini tidak hanya mengembalikan kerindangan hutan Petungkriyono, tetapi juga dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelestarian alam dan rehabilitasi lingkungan.

Sumber : kompasiana.com