BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (25/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menggelar diskusi dan penyamaan persepsi terkait tata kelola dan pemanfaatan kawasan hutan bersama para kepala desa sekitar hutan wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pedotan sebagai upaya memperkuat kemitraan kehutanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (23/1).

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan melalui Wakil Administratur Sugeng Wahono, menyampaikan kepada Kepala Desa Temurejo, Kepala Desa Seneporejo, dan Kepala Desa Buluagung bahwa penguatan komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa merupakan hal yang mutlak dilakukan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam pengelolaan hutan.

Menurut Sugeng, diskusi dan penyamaan persepsi terkait tata kelola, pengelolaan, serta pemanfaatan kawasan hutan kelola Perhutani maupun Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) kepada kepala desa sekitar hutan merupakan wujud komitmen Perhutani dalam pengelolaan hutan berbasis kemitraan. Selanjutnya, hasil penyamaan persepsi tersebut akan diteruskan melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai mitra kerja Perhutani bersama pemerintah desa. “Melalui sosialisasi dan pembinaan, kami berharap LMDH dan KTH dapat menyamakan pemahaman dan langkah dalam pemanfaatan kawasan hutan melalui mekanisme kerja sama yang telah disepakati. Dengan demikian, pemanfaatan tanaman tumpangsari dan Multi Purpose Tree Species (MPTS) dapat memberikan nilai tambah, sekaligus menjaga kondusivitas dan kelestarian hutan,” jelas Sugeng. Terkait pengelolaan KHDPK, Sugeng menambahkan bahwa penjelasan teknis akan disampaikan oleh Dinas Kehutanan melalui Cabang Dinas Kehutanan (CDK).

Sugeng yang didampingi Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Danru Polhutmob) Edi Wibowo juga berharap kegiatan tumpangsari dan agroforestry melalui kemitraan kehutanan dapat dioptimalkan oleh LMDH. Optimalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan. “Ini merupakan bagian dari upaya Perhutani mendorong penguatan kelembagaan LMDH agar lebih kreatif, produktif, mandiri, serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Seneporejo, Markus Adiyanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perhutani atas kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin, khususnya dalam pemberian pemahaman dan penyamaan persepsi terkait tata kelola dan pemanfaatan kawasan hutan beserta mekanismenya. Ia juga mengapresiasi pendampingan, pembinaan, dan sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat petani hutan melalui LMDH.

“Kami berkomitmen mendukung kelestarian hutan sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Markus.

Sementara itu, Kepala Desa Temurejo Fuad Musyadad dan Kepala Desa Buluagung Ipung Darmawan turut menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas terjaganya sinergi serta kesediaan memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi terkait tata kelola, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan hutan melalui kemitraan kehutanan. Keduanya berharap dalam waktu dekat dapat dilaksanakan sosialisasi dan pembinaan bersama kepada LMDH dan KTH agar implementasi di lapangan berjalan optimal, hutan tetap lestari, serta kondusivitas masyarakat sekitar hutan tetap terjaga. (Kom-PHT/Bws/Dik).

Editor:Lra
Copyright©2026