KENDAL, PERHUTANI (26/01/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, bersama para pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan gelar kesiapsiagaan bencana alam yang bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, pada Jumat (24/01).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Budi Karyanto, beserta jajaran, Camat Subah, Muhammad Yasin, Kapolsek Subah, AKP Agung Sutanto, beserta jajaran, Danramil Subah, Kapten Arh Parmo, beserta jajaran, serta Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kecamatan Subah, yang dipimpin oleh Sutriyo, beserta anggota.

Administratur, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, Muhadi, dalam keterangannya secara terpisah menyampaikan bahwa memasuki awal tahun 2026, Perum Perhutani, secara masif meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam melalui kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut difokuskan pada antisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sinergi ini melibatkan Satuan Tugas BPBD, TNI, Polri, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta pemerintah daerah setempat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Camat Subah, Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa kegiatan kesiapsiagaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam, baik banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang, yang diharapkan tidak terjadi di kawasan hutan maupun wilayah Subah dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Budi Karyanto, menegaskan bahwa penanggulangan bencana alam harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pihak terkait.

“Penanggulangan bencana alam hendaknya dilakukan secara bersama-sama oleh petugas lapangan, pemerintah kabupaten, LMDH, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kami juga mengimbau agar seluruh pihak menjaga lingkungan supaya tetap sehat dan hutan tetap lestari. Jika lingkungan terjaga, maka kita akan menikmati kehidupan yang nyaman dan sehat. Sebaliknya, apabila lingkungan rusak dan hutan hancur, maka kita sendiri pula yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa wilayah Kabupaten Batang, memiliki sejumlah titik rawan bencana yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten, Perhutani, serta instansi terkait lainnya, dalam melakukan analisis dan penanganan daerah rawan bencana.

“Kami berharap seluruh pihak memiliki tanggung jawab dan kepedulian bersama. Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab satu instansi pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Kom-PHT/Kdl/Tmy).

Editor: Tri

Copyright © 2026