CIANJUR, PERHUTANI (26/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur terus memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk mendukung Program Strategis Nasional dengan melakukan koordinasi intensif bersama unsur Tentara Negara Indonesia (TNI), Asisten Daerah (Asda) 1, dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur guna membahas percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bertempat di ruang kerja Asisten Derah (Asda) 1, pada Senin (26/01/2026).
Kegiatan Koordinasi ini bertujuan untuk menyinkronkan langkah dalam pemanfaatan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat desa hutansecara berkelanjutan. Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat yang ditargetkan hadir di seluruh desa untuk memotong rantai pasok pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Administratur Perhutani KPH Cianjur, Ade Sugiharto menyatakan kesiapannya dalam mendukung penyediaan ruang bagi pemberdayaan masyarakat. “Kami mendukung penuh kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam mengelola potensi desa hutan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi hasil hutan bukan kayu yang dikelola oleh LMDH,” ujarnya.
Sementara itu, Kapten Roland Purba selaku Perwira TNI koordinator pembangunan KDMP menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dianggap krusial untuk memastikan stabilitas dan keamanan dalam implementasi program ekonomi kerakyatan ini di tingkat akar rumput.
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Asda 1 Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Purnawan memberikan dukungan dari sisi regulasi dan legalitas. Saat ini, tercatat ratusan desa di Cianjur telah mulai mengurus badan hukum koperasi tersebut, termasuk koordinasi terkait penggunaan lahan untuk pembangunan fisik Gedung Koperasi di kawasan strategis. “Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan bahwa sinkronisasi antara pemerintah desa dan koperasi berjalan sesuai regulasi. Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah yang akuntabel agar mampu menyerap anggaran pemberdayaan desa secara efektif,” ungkapnya
Senada dengann hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi mengatakan bahwa “Tugas kami adalah memastikan legalitas badan hukum koperasi ini tuntas dan pengelolanya memiliki kompetensi manajerial yang baik. Kami ingin Koperasi Merah Putih menjadi model koperasi modern yang mampu bersaing di pasar digital,” pungkasnya.
(Kom-PHT/Cjr/HN)
Editor : MS
Copyright©2026