KENDAL, PERHUTANI (30/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal bersama Serikat Karyawan Perhutani (SEKAR) KPH Kendal memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-21 SEKAR di Pos 26, Petak 21, RPH Darupono, BKPH Boja, KPH Kendal.

Pengelolaan hutan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada produksi kayu semata, tetapi juga diarahkan pada model yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Salah satu pendekatan yang terus dikembangkan adalah agroforestry, yaitu sistem pengelolaan lahan hutan dengan memadukan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian dalam satu kawasan secara berkelanjutan. Momentum peringatan Harlah ke-21 Serikat Karyawan Perhutani (SEKAR) DPD KPH Kendal dimaknai tidak hanya sebagai perayaan organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi serta wujud kepedulian terhadap keberlanjutan hutan dan kesejahteraan petani hutan.

Mengusung tema Bergerak Bersama, Tumbuh Lebih Kuat, peringatan harlah diisi dengan aksi nyata berupa penyerahan bantuan bibit kepada petani hutan. Ribuan bibit kopi dan karet disalurkan sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan hutan berbasis agroforestry yang produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Administratur KPH Kendal, Muhadi, menyambut baik peran aktif SEKAR sebagai mitra strategis perusahaan. Menurutnya, sinergi antara manajemen dan serikat pekerja menjadi kunci dalam pengelolaan hutan yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan. Ia berharap, di usia ke-21 ini, SEKAR dapat terus menjadi mitra strategis perusahaan dengan memberikan masukan, saran, serta perbaikan ke depan, khususnya di wilayah KPH Kendal.

Muhadi menambahkan bahwa keterlibatan SEKAR dalam pengembangan agroforestry, seperti kopi dan karet, sejalan dengan upaya optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan. Melalui pengelolaan hutan berbasis agroforestry, diharapkan ke depan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelompok tani hutan di wilayah KPH Kendal.

Ketua SEKAR DPD Kendal yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW SEKAR Jawa Tengah, Sucipto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga eksistensi Perum Perhutani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Dalam rangka Harlah ke-21 ini, pihaknya menyerahkan sekitar 1.100 bibit kopi dan 2.000 bibit karet kepada petani hutan. Ia berharap, dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan, tanaman tersebut dapat menjadi sumber penghasilan bagi perusahaan maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa peran SEKAR tidak hanya terbatas pada perjuangan kesejahteraan karyawan, tetapi juga turut memikirkan masa depan perusahaan. Sebagai serikat karyawan, SEKAR tidak hanya menuntut kesejahteraan, namun juga berupaya menjaga eksistensi Perum Perhutani agar tetap kuat dan berkelanjutan.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, dalam wawancara terpisah memberikan semangat kepada para petani kopi untuk terus meningkatkan kualitas produksi. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu komunikasi dan memperluas akses pasar agar hasil pertanian kopi memiliki nilai tambah yang lebih baik. (Kom-PHT/Knd/Mwn)

Editor: Tri
Copyright © 2026