BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (02/02/2026) | Sinar matahari pagi menemani langit mendung yang masih menggantung di langit Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Jejak banjir beberapa hari lalu masih tampak jelas—lumpur mengering di halaman rumah-rumah warga, ranting tersangkut di pagar, dan banyak tumpukan sampah yang terbawa arus air. Namun di tengah kondisi tersebut, suasana sedikit. Puluhan orang berkumpul, membawa cangkul, sekop, karung, dan sapu lidi. Hari itu, Minggu (01/02), semangat gotong royong menjadi energi utama untuk bangkit bersama.

Kegiatan bersih-bersih pascabanjir ini diikuti oleh jajaran Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama stakeholder, mulai dari perangkat desa, TNI-Polri, relawan, tokoh masyarakat, unsur BANSER, TAGANA, Search and Rescue (SAR), hingga warga setempat. Semua pihak langsung menyebar ke titik-titik terdampak—mengangkut endapan lumpur dari jalan desa, menyingkirkan batang kayu dan ranting-ranting yang menghalangi akses warga. Beberapa juga mengambil peran dalam membersihkan saluran air.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial untuk memastikan masyarakat di sekitar kawasan hutan dapat segera kembali beraktivitas.

“Bencana adalah ujian bersama. Pemulihan juga harus dilakukan bersama. Perhutani ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya di sela kegiatan.

Di setiap sudut, jajaran Perhutani dan stakeholder bekerja berdampingan dengan warga. Bagi mereka, kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga mengembalikan rasa aman setelah hari-hari penuh kekhawatiran.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Karangreja, AKP Arisno, mengapresiasi keterlibatan semua pihak yang bergerak cepat membantu pemulihan Desa Serang. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor mempercepat proses penanganan dampak bencana sekaligus mempererat hubungan antarinstansi dan masyarakat.

“Saat kondisi sulit seperti ini, kebersamaan menjadi kekuatan terbesar kita,” katanya.

Senada dengan itu, Danramil 09/Karangreja, Kapten Cba Heri Susanto, menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat.

“Melalui kerja bakti seperti ini, kita tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan,” ungkapnya.

Beberapa relawan turut memberikan edukasi singkat kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Kegiatan ini membuktikan bahwa bencana memang dapat datang tanpa diduga, tetapi gotong royong hari menegaskan nilai kebersamaan yang menjadi akar kehidupan masyarakat. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Editor: Tri
Copyright © 2025