NGANJUK, PERHUTANI (11/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menggelar sosialisasi metode pembayaran Sharing Agroforestry secara non-tunai Cashless kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kepala Desa di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Berbek, Selasa (10/02).

Sosialisasi tersebut sebagai upaya meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pembayaran hasil pengelolaan hutan bersama melalui pemanfaatan layanan perbankan digital Bank Rakyat Indonesia (BRI),

Kegiatan tersebut dihadiri para Ketua LMDH, perwakilan perangkat desa, serta tim teknis dari KPH Nganjuk dan BKPH Berbek. Peserta mengikuti sesi tanya jawab terkait penggunaan sistem digital dan prosedur transaksi non-tunai.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi Program Sharing Agroforestry, yakni skema kemitraan pengelolaan hutan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dengan sistem pembagian hasil secara proporsional. Untuk mendukung tata kelola keuangan yang lebih modern, sistem Cashless kini dilakukan melalui sistem perbankan digital.

Administratur Perum Perhutani KPH Nganjuk, Dwi Puspitasari, melalui Kepala Seksi (Kasi) Madya Produksi dan Ekowisata KPH Nganjuk, Jasmidi, menyampaikan bahwa transformasi metode pembayaran ini merupakan langkah nyata dalam mendukung tata kelola keuangan yang modern dan akuntabel. “Dengan metode Cashless, kita memastikan bahwa pembayaran sharing dapat langsung dibayarkan ke rekening Perhutani secara cepat, aman, dan transparan,” ujarnya.

Jasmidi juga menjelaskan,”Perum Perhutani sudah bekerjasama dengan Bank Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan untuk sistem pembayaran secara langsung bisa dilakukan oleh LMDH atau penggarap dengan pemanfaatan aplikasi BRImo, Brilink, hingga edukasi transaksi non-tunai,” terang Jasmidi.

Ketua LMDH Sido Asih Desa Siwalan, Kecamatan Sawahan, Didik Sukoco, menyambut baik program pembayaran Agroforestry secara Cashless karena ini dianggap dapat mempermudah proses pembayaran tanpa harus melalui kantor KPH Nganjuk.” LMDH yang ada di dalam Wilayah BKPH Berbek mendukung program pembayaran Agroforestry secara Cashless,” Ujarnya.

Sosialisasi ini menjadi forum tanya jawab bagi peserta untuk memastikan semua pihak sekaligus menandai dimulainya era digitalisasi dalam sistem pembayaran hasil usaha kehutanan bersama masyarakat di wilayah kerja KPH Nganjuk, dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko penyelewengan, serta mempercepat proses distribusi dana kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi antara KPH Nganjuk, LMDH, pemerintah desa, dan Bank BRI, kegiatan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan kehutanan yang lebih transparan, modern, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Ngj/Ar).

 

Editor:Lra
Copyright©2026