PIKIRAN-RAKYAT.COM (25/01/2026) | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni antara kemajuan infrastruktur dan kelestarian alam. Pada Sabtu 24 Januari 2026, Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati, H. Asep Sopari Al-Ayubi, secara resmi mencanangkan program “Tasik Hejo” melalui aksi penanaman pohon di kawasan Danau Pendopo Baru.
Program ini bukan sekadar penghijauan biasa. Dengan mengusung tema “Menanam Pohon, Memanen Pahala”, Pemkab Tasikmalaya mencoba mengawinkan aksi ekologis dengan nilai religius yang menjadi napas utama masyarakat di Bumi Sukapura.
Bupati Cecep Nurul Yakin menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengorbankan daya dukung alam. Ia mengingatkan bahwa setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan.
“Program ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi sebagai upaya membangun keseimbangan antara pembangunan fisik, kesejahteraan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup,” ujar Bupati Cecep.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menanam pohon adalah bentuk ibadah sosial. Manfaat oksigen, ketersediaan air, dan keteduhan yang dihasilkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi generasi mendatang. Hal ini selaras dengan visi besar daerah untuk mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang religius, maju, dan kompetitif di bidang agribisnis.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi memberikan pesan menyentuh mengenai tanggung jawab ekologis. Menurutnya, kesadaran lingkungan harus berangkat dari cara pandang bahwa alam adalah titipan, bukan warisan.
“Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur, tapi kita meminjamnya dari anak cucu. Semangat inilah yang dibawa dalam program Tasik Hejo,” tegas Asep.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bergerak dengan jadikan lingkungan kita lebih teduh dan asri.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di tepi danau ini dihadiri oleh jajaran pejabat teras, mulai dari Pj. Sekretaris Daerah, para Kepala SKPD, hingga pimpinan BUMD. Tak ketinggalan, dukungan datang dari instansi teknis seperti Perum Perhutani KPH Tasikmalaya dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Kehutanan.
Kehadiran para tokoh pemerhati lingkungan dan komunitas hijau dalam acara ini menandakan bahwa program Tasik Hejo diharapkan menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar program pemerintah di atas kertas.
Dengan dimulainya penanaman di kawasan strategis Danau Pendopo Baru, Tasikmalaya kini tengah menanam harapan untuk lingkungan yang lebih sehat di tahun 2026 dan seterusnya.***
Sumber : pikiran-rakyat.com