MADIUN, PERHUTANI (19/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun memfasilitasi kegiatan “Youth Environmental Training & Penanaman Bersama di Kawasan Perlindungan” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Margowitan Model Forest di Petak 305A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kuwiran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dungus, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, sebagai upaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan komitmen generasi muda dalam menjaga kelestarian kawasan lindung melalui pelatihan serta praktik penanaman pohon bernilai konservasi, Kamis (12/02).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Perkumpulan Margowitan Model Forest yang melibatkan puluhan pemuda dalam pelatihan lingkungan dan praktik penanaman pohon perlindungan bernilai konservasi. Peserta dibekali materi serta diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan melalui aksi nyata di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Perkumpulan Margowitan Model Forest, John Novarly, bersama panitia dan peserta pelatihan. Dari Perhutani, Kepala BKPH Dungus, Rudi Setiawan, beserta jajaran turut mendampingi jalannya kegiatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan pimpinan MMF, John Novarly, dilanjutkan pemaparan materi mengenai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Setelah sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, peserta melakukan praktik penanaman dan pengayaan tanaman jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti kepuh, nangka, dan sengon buto.
Administrator Perhutani KPH Madiun, Rusydi, melalui Kepala BKPH Dungus, Rudi Setiawan, menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat menjadi kader-kader konservasi dalam pengelolaan kawasan hutan, khususnya kawasan lindung dan konservasi.
“Kami berharap para generasi muda ini tumbuh menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian hutan. Dari kaum muda kita belajar mencintai lingkungan, sehingga ke depan tidak ada lagi kawasan lindung yang terbuka, melainkan tertanami jenis-jenis MPTS yang bermanfaat secara ekologis,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Margowitan Model Forest, John Novarly, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dari rangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya di Madiun. Ia menjelaskan bahwa setiap peserta diwajibkan menanam dua pohon tanaman perlindungan yang memiliki nilai konservasi di areal perlindungan kawasan hutan.
“Suatu saat mereka akan kembali ke sini dan melihat bahwa pohon yang mereka tanam tumbuh dan berkembang. Itulah komitmen yang harus dijaga oleh para peserta sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya. (Kom-PHT/Mdn/Adl).
Editor:Lra
Copyright©2026