KOMPAS.COM (07/02/2026) | Perum Perhutani menyalurkan bantuan pascabencana kepada masyarakat terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Bantuan tersebut diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Perhutani menyampaikan, bantuan yang disalurkan berupa produk madu dan minyak kayu putih. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perhutani Natalas Anis Harjanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud empati perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

“Perhutani turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami untuk ikut meringankan beban masyarakat terdampak, melalui pemanfaatan produk andalan Perhutani yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, produk madu dan minyak kayu putih dipilih karena merupakan produk unggulan Perhutani yang diharapkan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh serta memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat dalam masa pemulihan.

Untuk masyarakat terdampak di Kota Sibolga, Perhutani menyalurkan minyak kayu putih sebanyak 50 dus dengan total 5.000 botol. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan Madu Klengkeng, Madu Bunga Liar, dan Madu Randu sebanyak 40 dus dengan total 480 botol.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pemerintah Kota Sibolga agar dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan dan selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, untuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Perhutani menyalurkan bantuan dalam jumlah lebih besar.

Minyak Kayu Putih yang disalurkan mencapai 200 dus dengan total 20.000 botol. Adapun Madu Klengkeng, Madu Bunga Liar, dan Madu Randu yang diberikan sebanyak 156 dus dengan total 1.872 botol.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bagian dari sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.

Perhutani menegaskan, melalui penyaluran bantuan ini perusahaan berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pengelola sumber daya hutan negara, tetapi juga sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut juga disebut sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN yang mengimbau seluruh BUMN untuk memberikan dukungan dan kontribusi dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan kebutuhan infrastruktur, peralatan, dan logistik.

Sumber : kompas.com