BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (28/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat kembali menyalurkan ratusan paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat sekitar hutan, khususnya para penyadap getah pinus di wilayah Kalibaru. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Ligir, Petak 18q Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Krikilan, Jumat (27/02).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar hutan yang selama ini menjadi mitra Perhutani dalam mendukung produksi getah pinus. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah kerja.

Salah satu perwakilan masyarakat Blok Ligir, Pak Mat Lis, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia menilai pembagian sembako sangat membantu, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Di saat harga sembako cukup tinggi, Perhutani hadir memberikan bantuan yang sangat bermanfaat dan meringankan beban kami selama Ramadan. Semoga ini menjadi keberkahan bagi Perhutani,” ungkapnya.

Ia juga mendoakan agar Perhutani semakin maju dan seluruh karyawannya senantiasa diberikan kesehatan serta keselamatan dalam menjalankan tugas.

Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menjelaskan bahwa kegiatan pembagian sembako tersebut merupakan implementasi nilai-nilai AKHLAK Perhutani, khususnya Harmonis, yakni peduli terhadap lingkungan sosial, menghargai sesama, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Berbagi di bulan Ramadan merupakan momentum yang penuh keberkahan. Selain sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian sembako di bulan suci Ramadan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyuwangi Barat berharap sinergi yang telah terjalin dengan masyarakat penyadap semakin kuat, sehingga pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/BWB/Eko)

Editor:Lra
Copyright©2026