KEDIRI, PERHUTANI (28/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan destinasi wisata rintisan bertajuk Lumber Camp atau Coban Rambat bersama mitra pengelola, di kantor kawasan wisata petak 16a dan 16b, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bendungan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (28/02). Kerja sama ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi kawasan hutan melalui pengembangan wisata alam berbasis keberlanjutan.

Penandatanganan PKS tersebut dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Kediri Miswanto, Wakil Administratur Kediri Utara Bambang Ribudiono, Wakil Administratur Kediri Selatan Hermawan, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Slamet Budiono, Direktur CV Alam Karyatama Mansur Arifin selaku pengelola wisata, Asper BKPH Trenggalek, Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis Agus Susanto, serta Tim Pendamping Masyarakat (TPM) Suharyanto.

Administratur Perhutani KPH Kediri Miswanto menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mengembangkan sektor wisata tanpa mengesampingkan prinsip kelestarian hutan.

“Kerja sama ini menjadi upaya optimalisasi kawasan hutan untuk sektor pariwisata yang tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dengan ditandatanganinya PKS ini, kami berharap Wisata Lumber Camp atau Coban Rambat dapat segera melaksanakan soft opening pada Maret 2026 untuk menyambut momentum libur Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep wisata yang diusung adalah perkemahan modern atau glamping yang menyatu dengan keasrian hutan pinus Perhutani. Perhutani memberikan hak pengelolaan lahan secara terbatas kepada mitra untuk pembangunan fasilitas wisata, tanpa mengubah fungsi utama kawasan hutan sebagai area konservasi dan produksi.

Menurut Miswanto, kehadiran Lumber Camp diharapkan menjadi ikon baru ekowisata di Kabupaten Trenggalek sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami ingin hutan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan pariwisata yang tertata, profesional, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur CV Alam Karyatama Mansur Arifin menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas terealisasinya penandatanganan PKS tersebut. Ia menyebut kerja sama ini telah lama dinantikan sebagai dasar legalitas operasional wisata.

“Dengan ditandatanganinya PKS ini, operasional Lumber Camp atau Coban Rambat memiliki payung hukum yang kuat dan siap menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara mulai Maret 2026,” ungkapnya.

Ia menambahkan, fasilitas yang disiapkan di kawasan wisata tersebut meliputi area camping, vila, kafe atau pusat kuliner, spot foto tematik, serta berbagai aktivitas luar ruang yang ramah keluarga. Seluruh pembangunan fasilitas mengedepankan penggunaan material kayu dan desain yang selaras dengan lingkungan sekitar guna menjaga estetika dan kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdr/Ton)

Editor:Lra
Copyright©2026