BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (05/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat bersama Komando Rayon Militer (Koramil) 0825/19 Sempu menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat sekitar hutan di Aula Persemaian Pinus Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Senin (02/03).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah ini diikuti masyarakat Dusun Jambewangi, Gunungsari, Plongan, Sugihwaras, dan Wonoasih. Komsos bertujuan memperkuat sinergi Perhutani dan TNI Angkatan Darat (TNI-AD) sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi hutan dan peran aktif warga dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menyampaikan apresiasi kepada Koramil Sempu atas dukungan dan kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui dialog interaktif yang persuasif dan humanis.

“Sinergi ini penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan harus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang. Hutan terjaga, masyarakat sejahtera, dan perusahaan dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sebagai mitra Perhutani menjadi kunci dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, termasuk melalui kegiatan kemitraan seperti penyadapan getah pinus maupun peran sebagai pesanggem (petani hutan).

Sementara itu, Danramil 0825/19 Sempu melalui Babinsa Jambewangi, Sersan Satu (Sertu) Madroji, Amd.Kep., menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Perhutani dalam mengelola hutan secara berkelanjutan dan mengajak masyarakat untuk aktif berkolaborasi.

“Masyarakat merupakan mata dan telinga di lapangan. Apabila terjadi kebakaran hutan, pohon tumbang, atau potensi gangguan keamanan seperti pencurian kayu, segera laporkan kepada petugas Perhutani maupun Tiga Pilar Desa, yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa,” tegasnya.

Melalui kegiatan Komsos ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Perhutani, TNI, dan masyarakat, sehingga tercipta kondisi hutan yang aman, lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua pihak. (Kom-PHT/Bwb/Eko)