BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (10/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat memberikan pembinaan rutin kepada para penyadap untuk memastikan proses penyadapan berjalan efektif, efisien, dan sesuai kaidah kelestarian hutan di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Durenan, kawasan hutan petak 27 h, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Wonoasih, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Glenmore, pada Senin (9/3).
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat melalui Asisten Perhutani (Asper) Glenmore, Arif Riski Kurniawan mengatakan bahwa pembinaan kepada penyadap getah TPG Darungan yang dilakukan olehnya didampingi oleh Mantri Hutan (KRPH) Wonoasih dan mandor sadap merupakan upaya untuk meningkatkan produksi getah pinus diwilayah kerjanya.
“Mekanisme penyadapan pohon pinus harus sesuai dengan Prosedur Kerja Penyadapan Getah Pinus di Hutan Produksi PK-SMPHT.02.2-002 yang bertujuan menjamin kelestarian sumber daya hutan dan keberlanjutan produksi getah pinus di hutan produksi, melalui kegiatan penyadapan getah pinus yang efektif dan efisien, dan memperoleh manfaat yang optimal bagi perusahaan dan masyarakat, dari kegiatan sadapan getah pinus secara terkendali,” terang Arif Riski.
“Yang terpenting adalah untuk bekerja secara profesional, agar potensi hutan produksi optimal keberlanjutan produksi getah pinus di hutan produksi secara optimal serta mendukung perkembangan perusahaan,” pungkasnya.
Pak Matros selaku Ketua kelompok Penyadap TPG Durenan bahwa pihaknya akan berupaya lebih baik lagi untuk meningkatkan hasil getah pinus, toh kalau getahnya meningkat maka mereka adalah pihak pertama yang paling diuntungkan karena langsung dibayar oleh Perhutani. “Kami mengucapkan terimakasih atas arahan dan bimbingan melalui pembinaan sadapan dari pak Asper Glenmore dan jajaran kepada pihaknya, dari sini jadi paham tentang teknik penyadapan yang benar sehingga nantinya akan mendapatkan produksi getah yang banyak,” tutur Pak Matros.
“Apalagi selama bulan ramadan ini kami telah mendapatkan bingkisan berupa paket sembako dari Perhutani sebanyak 2 kali jadi tidak ada alasan lagi untuk meningkatkan produksi getah karena Perhutani telah menunjukkan kepeduliannya kepada penyadap,” ungkapnya.
David sebagai Kordinator Sadap Wonoasih mengatakan pembinaan yang dilakukan oleh Pak Asper dan Pak Mantri mencakup kegiatan perencanaan, teknis sadapan getah pinus, pengujian, pengadaan sarana prasarana sadapan. “Tidak hanya itu kita juga lakukan monitoring dan evaluasi sadapan di hutan produksi termasuk di dalamnya kawasan perlindungan dan kawasan untuk produksi dengan harapan produksi getah bisa menghasilkan produksi lebih baik,” kata David. (Kom-PHT/Bwb/Eko).
Editor:Lra
Copyright©️2026